"Bagaimana rasanya terserempet selongsong cinta, Harigan?" Harigan membuang pandangan ke arah tirai berwarna biru yang menjadi penghalang, antara dirinya dan pasien di ranjang sebelah. Pria itu masih berada di ruangan observasi IGD untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan luka tembak yang ia lakukan. "Ck! aku tak menyangka kekuatan cinta bisa membuat seseorang menjadi sangat bodoh. Apa kau tak berpikir bagaimana perasaan putramu? lalu bagaimana dengan perasaan putrimu? ia akan berpikir jika hatimu tak benar-benar menerimanya dengan tulus, seperti Atalia yang dengan tega menukarnya, hanya karena dirinya mengalami kekurangan fisik." Tukas Mark lugas. Pria itu kesal saat mendapati laporan mengenai perbuatan Harigan yang menurutnya sangat kekanakan. Mark memberikan Harigan kesempatan un

