Bab 62

1001 Kata

Dua paruh baya tengah duduk dalam kecanggungan di ruang sebuah taman. Tak banyak sapaan yang terlontar kala keduanya berjumpa. Seolah perpisahan belasan tahun tersebut baru saja terjadi kemarin. Keduanya tampak seperti dua orang yang tak saling menyimpan kerinduan mendalam. Entah gengsi, atau memang rasa itu sudah lenyap bersama semua kenangan buruk di masa lalu. "Kau terlihat semakin cantik," sebuah celetukan bernada pujian keluar dari mulut pria paruh baya, yang sejak tadi setia menatap wanita yang terus menundukkan pandangannya. Seakan dirinya tak layak untuk di pandang. Namun perlahan kepala itu mulai terangkat, bukan karena kalimat pujian yang baru saja ia dapatkan. Namun karena ia ingin segera menyelesaikan masalah yang membelenggu jiwa nya selama belasan tahun ini. "Terimakasih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN