Bab 20

1519 Kata

Seorang pria tengah menatap bangunan megah dua lantai yang terletak di sebuah perusahaan elit dengan tatapan penuh dendam. Matanya menatap sinis ke arah bangunan tersebut. "Sepertinya kehidupan papa jauh lebih baik tanpa kami, terutama mama yang selalu papa Katai wanita pengangguran, tak berguna dan ja la ng murahan. Wanita hebat itu kini telah wanita yang jauh melampaui kesuksesan yang papa miliki saat ini. Papa hanya sebutir pasir tak terlihat sekarang." Desis pria itu menekan sesak yang menghimpit da da nya. Di pandanginya foto orang-orang yang ia sayangi. Ada dua orang wanita berbeda generasi saling berpelukan erat satu sama lain. Dan foto itu di ambil belasan tahun silam sebelum sebuah kecelakaan merenggut sang adik dari kehidupannya juga sang ibu. "Kenapa papa memilih Syefa, jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN