"Bagaimana keadaan papa, sayang?" tanya Sintya ketika menyambut sang suami pulang. Alex menggeleng lemah, Sintya dapat melihat raut kesedihan yang tersembunyi di balik mata teduh suaminya. Ia tak lagi bertanya. "Aku masak opor kesukaan kamu sama papa. Bagaimana jika kita makan malam di apartemen papa saja?" ujar Sintya mencetuskan ide. Alex menghentikan langkahnya, menatap sang istri dengan mata berbinar cerah. "Makasih sayang, kamu begitu perhatian terhadap papaku." Ucap Alex terharu. "Ck, papamu juga papaku, gimana sih." Ketus Sintya pura-pura marah. Alex terkekeh kecil, lalu merengkuh tubuh mungil istrinya. "Kamu memang yang terbaik sayang, aku beruntung memiliki istri yang tak pernah menuntut kekuranganku. Meski aku sangat tau, jauh di dalam dasar hatimu, kamu sangat merinduka

