Bab 45

1248 Kata

Eva nampak risih, karena sejak tadi Arka tak sedikitpun memberinya jarak. Pria itu terus menempel padanya seperti perangko, dan Eva merasa malu pada pasangan muda mudi yang juga tengah berdiri mengantri tiket bioskop di sana. "Bisa tolong belikan popcorn atau semacamnya, tidak?" pinta Eva dengan tatapan memelas. Ia berharap dapat bernafas lega sejenak kala Arka menjauh darinya. Namun jawaban pria itu kembali menghempaskan harapan Eva ke dasar bumi. "Nanti saja sekalian setelah kita mendapatkan tiket," sahut Arka enteng. Eva menarik nafas dalam-dalam, menghadapi pria bucin tersebut rupanya harus memiliki stok kesabaran ekstra. "Tapi aku haus, bisa belikan aku minuman? apa saja, tak harus dingin." Pinta Eva lagi, ia berharap Arka akan luluh kali ini melihat ekspresinya yang benar-benar na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN