Sudah hari sabtu, sore nanti Mai akan menjemput Hardi di bandara. Ada yang membekas di hati Mai saat mengobrol lebih panjang lagi dengan Aliya kemarin, saat Mai menemani Aliya seharian di rumah. Ada satu hal yang kini Mai tahu, cita-cita Aliya, ia juga ingin jadi dokter dan meminta bimbingannya sejak sekarang untuk masuk universitas tahun depan. . . Aliya nampak ragu-ragu untuk membuka percakapannya kali ini, sesekali ia melirik canggung ke arah Mai yang hari ini nampak cantik dengan balutan kerudung polos warna pink serta kemeja biru muda--warna yang di gemari Aliya juga celana hitam yang membalut kaki jenjangnya. Mai sedang serius menontom, Aliya benci akward moment seperti ini, ia kini sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Mai beberapa hari belakangan. Sabar, satu hal yang ia t

