Valgar yang merasakan kehadiran seseorang di kamarnya itu pun membalikkan tubuhnya ke arah jendela di mana meja kerjanya berada. ‘’Ibu.’’ Serunyaa dengan suara parau. ‘’Hei, Sayang,’’ Tubuh Adeline sedikit terangkat lantaran suara Valgar membuatnya terperanjat. Demi melihat hal itu pun akhirnya ia bangun dan tidak melanjutkan tidurnya. ‘’Nama-nama siapa ini?’’ Adeline meraih secarik kertas yang ditemukannya di atas meja. Valgar merebut benda pipih berwarna putih tersebut dari tangan Ibunya. ‘’Nama seseorang yang harus ku temukan keberadaannya.’’ Ternyata yang dijumpai Adeline adalah kertas yang diberikan oleh Agzek tadi malam. Kedua alisnya terangkat. Ia tak mengerti apa yang dikatakan Putranya. ‘’Maksudmu?’’ ‘’Aku sedang dalam misi mencari dia, Bu,’’ Valgar mengehela napas dengan

