Sebuah peluru melesat mengenai udara. Tubuh Ambar kini berada di lantai dengan Valgar yang berada di atasnya. Sesaat sebelum tembakan itu terjadi, Valgar lebih dulu mendekap Ambar dan menjatuhkan tubuh mereka bersamaan. Manik Ambar yang sedari tadi terpejam itu sama sekali tidak tau siapa orang yang telah menolongnya dari kejadian naas tersebut. ‘’Apakah kau baik-baik saja?’’ tanya Valgar. Ambar masih diam dan tak mau membuka mulutnya. Melihat gadis yang dicintainya begitu shock. Valgar segera bangkit dan menghajar pria yang menembakkan AK-47 tadi ke arahnya. BUK! ‘’Bedebah.’’ Darah segar mengalir dari ujung bibir pria yang ingin cepat mati itu. Agzek melihat tato yang ada di pergelangan tangan pria tersebut dan berkata. ‘’Lekra, Tuan.’’ ‘’Damn it.’’ Lirihnya kesal. Moncong s

