Suara ketukan heels yang berasal dari sepasang kaki cantik seorang gadis baru saja menggema. Hand bag soft pink miliknya diletakkan di atas nakas yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Sedetik kemudian gadis itu membuka mantel hitam yang menyelimuti tubuh rampingnya dan meletakkannya di atas sofa. Pandangannya menyapu ke setiap sudut ruangan. Ini bukan pertama kalinya ia berada di President Suite. Karena gadis itu bahkan memiliki private room di setiap hotel Ayahnya dengan fasilitas yang sama. Lengang dan sepi. Andai Tessa ikut bersamanya. Mungkin ia tak perlu repot-repot untuk membuka koper dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Dan itulah yang menjadi pembedanya. Ambar membuka daun jendela dan menyibakkan tirainya. Maniknya terpejam kala merasakan sentuhan lembut dari angin

