AFTER A LONG TIME

1547 Kata

Adeline mendekatkan cangkir polos berwarna putih ke bibirnya yang kemerahan. Kemudian menyesap teh yang tersaji dalam keadaan hangat dengan rasa yang tidak terlalu kemanisan itu. Pandangannya sesekali mengarah ke wajah Putranya yang masih memasang ekspresi pemberontakan. Dia tidak mau memperdulikan anak keras kepala itu. Kalau tidak, Valgar pasti akan membuatnya merasa bersalah karena tidak mengizinkannya untuk kembali ke Jerman. Entah siapa yang dia cari hingga membuat kepalanya berputar membentuk sudut 360 derajat. Alih-alih mencari, pandangannya malah teralih ke sebuah meja yang berada di tepi jendela restoran. Dengan posisi berada di belakangnya. ‘’Gadis itu lagi!’’ Adeline bersungut-sungut. Pandangannya tertuju ke sebuah meja yang sedang ditempati oleh empat orang tersebut. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN