HER DREAM

782 Kata

Selang lima belas menit berlalu, Ambar keluar dari kamar mandi dengan kemeja pemberian Valgar. Sepertinya pria itu sengaja memilih kemeja dengan cuttingan jauh lebih pendek dari short dress yang sebelumnya Ambar kenakan. Membuat gadis itu terpaksa menjadikan handuk sebagai bawahan. Licik memang. Ambar menatap sekitar. Ternyata Valgar tidak ada di kamar. Ia pun segera menggeledah ruangan yang lebih mirip seperti lapangan futsal. Dia harus menemukan keberadaan ponselnya. Hampir satu jam ia mencari, namun benda berukuran kecil itu tak juga ia temukan. Ambar putus asa. Ia menyeka peluh yang bersarang di pelipisnya. ‘’Dimana dia menyembunyikannya?’’ Ambar berkata lemah. Tangannya refleks menyentuh bagian bawah lehernya. Hendak memainkan liontin seperti yang biasanya ia lakukan. Dia lupa b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN