CONFESSION

2323 Kata

‘’Apa?’’ Sesaat sebelum bibir itu terbuka. Ambar sudah lebih dulu mengangkat tangannya ke udara. Menginterupsi Valgar. Kemudian merogoh sakunya saat merasakan getaran hebat di bawah sana. Dad memanggil. ‘’Yes, Father.’’ ‘’…’’ ‘’Now?’’ ‘’…’’ ‘’Ok.’’ Panggilan tertutup. Ambar menghela napas kasar dengan tangan sibuk memasukkan benda pipih itu kembali ke tempatnya. Melihat gerak-gerik mencurigakan dari si gadis. Firasat pria dingin itu mengatakan bahwa Ambar akan meninggalkannya. Entah karena alasan apa. Mengingat betapa penurutnya Ambar saat berbicara dengan si penelepon tadi. Tentu saja dia begitu penurut. Ambar tidak ingin masa hukumannya bertambah hanya karena dia tidak menuruti perintah sang Ayah. ‘’Maaf aku harus pergi. Ayahku memintaku untuk kembali ke dalam,’’ Ambar berbali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN