‘’Maksudmu?’’ Tanya Rana disertai kedua manik yang membesar. ‘’Aku tidak ingin menikah dengan seseorang yang hanya mencintaiku saja. Adik dan Ibuku sudah ada dalam hidupku jauh sebelum aku bertemu denganmu. Pergilah dari sini. Aku akan membicarakan masalah ini dengan Orang Tuamu segera. Aku harap kau dapat menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari pada aku. Pergilah!’’ Ratva sangat ingin berteriak lebih kencang. Namun ia masih menahannya. Mata Rana berkaca-kaca. Ia shock. Karena Ratva tidak pernah memperlakukannya seperti ini. ‘’Kau tidak bisa memutuskan pertunangan kita begitu saja. Kau tidak boleh melakukan hal ini padaku.’’ Rana bangkit dari sofa dan berdiri di depan Ratva. Ia membuang wajahnya kala Rana menatap ke dalam manik coklatnya.‘’Deroit.’’ teriak Ratva. Tak lama pengawa

