Valgar mengangkat tubuh Gadisnya yang tengah tertidur itu. Melewati koridor-koridor gelap dan membawanya ke sebuah ruangan yang lebih terang. Sebenarnya ruangan itu hanya memiliki dua akses pintu untuk dapat keluar dari sana. Pintu pertama adalah pintu yang Ambar gunakan masuk ke ruangan tersebut. Dan pintu kedua terletak secara horizontal dengan pintu pertama. Sejajar garis lurus dan saling berhadapan. Namun Ambar tidak mengetahuinya. Terlebih ruangan itu sama sekali tidak memiliki pencahayaan yang baik. Terang saja Ambar tidak menemukan kotak berukuran persegi panjang tersebut. Padahal dia telah melewatinya secara berulang-ulang. Ruangan bernuansa putih dengan gaya klasik itu menjadi tempat yang dipilih Valgar sebagai tempat peristirahatan Ambar. Ia membaringkan tubuh itu di atas sebu

