Sesaat setelah mendengar penjelasan Erin, Valgar segera berlarian menuju lift. Berusaha mencari cara tercepat untuk dapat mencapai gadis itu. Rasanya benda pengangkut manusia tersebut bergerak lebih lambat dari biasanya. Membuat Valgar sangat tidak sabaran. TING. Akhirnya lift tiba di lantai utama. Bak peluru yang melesat dari sebuah senapan, Valgar gesit bergerak lurus menuju kamar Ambar. Ia segera memasukkan sidik jarinya dekat gagang pintu, kemudian mendobrak benda kotak itu sesegera mungkin. Kaki jenjangnya reflek menendang pintu yang berada di belakangnya hingga kini tertutup sempurna. Dan ketika ia masuk ke dalam untuk mencari posisi gadis itu, telinganya menangkap suara yang berasal dari kamar mandi. BRAK. Ambar sedang jongkok di lantai dengan wajah yang hampir terbenam di dala

