‘’Hentikan, b******k!’’ Ia berusaha menendang Valgar. Namun pria itu segera mengunci gerakan tersebut dengan cara menindih tubuh Ambar. Mendorongpun percuma, karena Valgar juga telah menekan pergelangan kedua tangan Gadisnya. Manik Ambar mengilap. Saat ini ia benar-benar tak berdaya. ‘’Please, stop.’’ rengeknya. You’re mine. Ketika Valgar sedang menciumi bagian rahang Ambar, dia merasakan sesuatu yang basah menyentuh bibirnya. Membuat aksi gilanya terhenti. Dan dari sana ia baru menyadari bahwa Ambar sudah tidak memberontak lagi. ‘’Amor.’’ lirihnya. Dia lemah jika berhadapan dengan air mata Ambar. ‘’Hei, Mr. Bossy.’’ Tangan Ambar dinaikkan ke udara bergerak ke kiri dan ke kanan. Gerakan itu berhasil membuyarkan lamunan Valgar. Sial. ‘’Ya, Sayang.’’ ‘’Apa kau melamun? Aku bert

