Axiar dan Putrinya berjalan melewati koridor untuk tiba di kamarnya. Sesaat setibanya Ambar di kamar Orang Tuanya, pandangannya menyapu ke semua mahluk hidup dan benda mati yang berada di sana. Hanya ada Ayahnya yang tengah duduk di atas sofa dan dikelilingi oleh berbagai macam perhiasan berkilau dan juga gaun mewah. ‘’What all this are for?’’ ‘’Believe me, Sweetheart. Itu adalah pertanyaan yang Ayah ajukan saat melihat semua rongsokan mahal ini.’’ Ambar tertawa pelan. Ia memandangi wajah Ibunya yang tak senang dengan pernyataan sang Ayah. Walaupun Ambar seorang anak perempuan, gadis itu tidak menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan apalagi kemewahan. Kepribadian Ambar dan Ibunya sangat bertolak belakang. Barang-barang mahal dan juga fasilitas elit yang ia dapatkan ada

