Dengan santai Valgar segera turun dari sana. Memposisikan dirinya di tepi ranjang. Mematung dengan pandangan menyapu ke semua mahluk hidup yang ada di sana. Kemudian bersikap dingin seolah tak terjadi apa-apa. Sial. Kenapa untuk urusan seperti ini ia harus tertangkap basah oleh Orang Tua Gadisnya. ORANG TUA GADISNYA! Tidakkah sekali saja sudah cukup? Demi Tuhan. Rasanya Ambar ingin kembali koma lagi. Kepalanya mendadak pusing dengan tubuh yang tiba-tiba keringat dingin. Selimut yang menutupi sebagian wajahnya pun tak dapat menolong betapa ia sangat amat malu dan tak sanggup menunjukkan wajah cantiknya kepada semua orang. Ingin rasanya ia cepat-cepat sembuh dalam hitungan detik kemudian menyembunyikan dirinya di kolong ranjang. Pasalnya hal ini terlalu canggung untuk ia hadapi. Bukan.

