UNEXPECTED

2306 Kata

‘’Aku bisa dibaca seperti buku yang terbuka. Kesepakatan yang kau ajukan itu menandakan bahwa kau punya sesuatu yang disembunyikan. Ada apa? Kau menginginkan lebih dari sekedar ciuman?’’ Bukan itu b******k. Ambar bahkan tak berpikiran ke sana. Ia hanya tak suka Valgar bersikap terlalu posesif apalagi sampai mendominasi. ‘’Kenapa pembahasan kesepakatan jadi beralih ke masalah ciuman?’’ Ambar melayangkan tatapan heran. Ada apa dengan pria ini? ‘’Aku bertanggung jawab atas semua hal yang Tunanganku inginkan. Jadi tak ada salahnya bertanya bukan?’’ Ambar tau betul bahwa itu hanya akal-akalan Valgar. Valgar melepaskan dekapannya. Tangan kekarnya mengusap pipi mulus yang kini tampak merona merah. Jari-jari berukuran dua kali lebih besar dari milik Gadisnya itu menyusup ke sela-sela rambut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN