Keesokan paginya. 06.30 LT. Ambar merasakan sesak di bagian d**a. Ia berusaha bernapas sebaik mungkin tapi kenyataannya sulit. Tubuhnya seperti sedang terhimpit oleh sesuatu dan itu sungguh sangat menyiksa. Ia tergeletak di lantai dalam kondisi telungkup dan kedua tangan terikat ke belakang. Sendiri di ruangan gelap mencari-cari bantuan dengan penerangan remang-remang. Tanpa ia sadari, seseorang menusuk punggungnya dan dia tidak tau siapa pelakunya. Kesakitan akibat benda tajam itu mulai menjalar ke seluruh tubuh dan Ambar berusaha berteriak sekeras yang ia bisa. Namun nyatanya suara itu bahkan tak keluar sama sekali dari kerongkongannya. Air mata mulai keluar dari ujung maniknya saat mendapati pria bertopeng berdiri di depannya dengan sebuah belati berlumuran darah. ‘’Mi Amor.’’ S

