HIS LIFE

1507 Kata

Ada perasaan cinta yang terdapat dalam pergerakan lembut bibir Ambar saat membalas ciuman Valgar. Pria itu bahkan dapat merasakannya. Sedetik berlalu. Ambar mengambil kesempatan itu untuk melepaskan pagutan mereka. Canggung. Itulah yang sedang ia alami saat ini. Ia masih tak percaya. Yang tadi itu apa? Beda halnya dengan Valgar. Pria itu terlihat biasa saja. Bahkan Valgar tersenyum sumringah dengan wajah tanpa dosa. Oh, jelas sekali bahwa dia sedang berbunga-bunga karena telah melakukan apa yang selama ini ia inginkan. ‘’Berpakaianlah. Kita makan siang bersama.’’ Ia mengecup puncak kepala Ambar sebelum meninggalkan kamar mandi dan duduk di dekat sofa. Ambar menggigit bibir bawahnya saat menatap punggung Valgar yang perlahan-lahan kian menjauh. Ia tertunduk dengan semburat merah meron

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN