Ambar tersentak kaget. Darahnya berdesir membentuk sebuah perasaan takut. Maniknya mengerjap dengan ingatan akan perkataannya sesaat sebelum meninggalkan Valgar di rumah sakit. Habislah aku. Menggunakan gerakan seribu langkah, gadis itu cepat-cepat kembali ke kamar mandi. Menguncinya dari dalam dan berdiri membelakangi pintu. Valgar tak mengerti dengan sikap Ambar yang demikian. Napasnya yang tak teratur menandakan ia sedang merasa gelisah sekaligus khawatir. Valgar segera berlari ke tempat di mana Ambar berada. Mengetuknya seraya berteriak-teriak. ‘’Kenapa kau bersembunyi dariku, Sayang?’’ Tok … Tok … Tok ‘’Open the door!’’ Tok … Tok … Tok Jantung Ambar berdegup kencang. Ia belum siap bertemu dengan Valgar. Setidaknya biarkan ia mencerna semua kejadian yang terjadi hari ini lebi

