BROTHER OR LOVER

1895 Kata

‘’Kakak!’’ seru Ambar. Dalam balutan setelan jas hitam, Ratva yang ditemani oleh delapan orang yang mengenakan setelan yang sama sepertinya mengerubungi ranjang yang ditempati Valgar dan Adiknya. Kedua tangannya terlipat di d**a. Sorot matanya memindai wajah Ambar dan musuhnya secara berulang. Melihat tangan kekar pria asing yang melingkar di pinggang Sang Adik, membuat setiap tetes darah yang ada di tubuhnya mendidih. Sedangkan Valgar. Dengan cara menatap yang sama ia tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Ratva. Ia tak gentar walau anak buah Kakak Iparnya mengintimidasinya dengan sorotan yang tajam. Ambar adalah kekuatannya. Dia akan baik-baik saja jika Gadis itu ada di dekatnya. Luka yang belum mengering itu tak menghalangi Valgar untuk melakukan perlawanan. ‘’Singkirkan tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN