Ambar memejamkan maniknya. Bersiap menerima first kiss layaknya wanita-wanita dalam adegan kissing di film yang ia tonton ataupun seperti karakter-karakter dari novel yang ia baca. Satu centimeter. ‘’EKHEMMM…’’ Ah, sial. Kehadiran orang yang sama di ambang pintu lagi-lagi membuat kebersamaan mereka harus segera usai. Davis menahan tawa melihat betapa salah tingkahnya mereka berdua. Padahal tinggal sedikit lagi Valgar dapat mengecup bibir tipis milik Ambar. Ah, Davis selalu saja datang di waktu yang tidak tepat. ‘’Dad, you back!’’ ‘’Sepertinya aku harus pergi sekarang. Good night, Mi Amor.’’ Valgar mengedipkan salah satu maniknya. Sesaat setelah Valgar pergi. Davis melipat tangannya ke d**a kemudian berdiri menatap Putrinya dengan tatapan tak percaya. Orang itukah yang mengatakan

