Ia tidak dapat memastikan dengan yakin. Karena beberapa orang yang berada disana menghalangi pandangannya. ‘’Selamat pagi, Tuan Muda.’’ ucap Komandan Tim Beteulgeus, Grock. Valgar keluar dari mobil begitu anak buahnya membukakan pintu mobil untuknya. ‘’Selamat pagi. Bagaimana?’’ Kaca mata hitam yang menutupi maniknya berusaha menutupi lingkaran hitam yang tergambar di dekat penglihatannya. Vagar tidak tidur memikirkan rencana ini. ‘’Belum ada mahasiswa yang datang, Tuan. Kami yang pertama.’’ Tambahnya dengan semangat. Padahal Ambar sudah berada di sana dari tadi. ‘’Bagus. Waspadalah. Jaga-jaga jika dia menyamar lagi.’’ ‘’Baik, Tuan.’’ Agzek dan Grock menemani Valgar memasuki koridor untuk menuju kelas gadis yang diincarnya. Dari kejauhan Ambar memperhatikan bahwa orang yang me

