Lima orang anak buah Valgar yang melihat itu tampak kesal. ‘’Dimana dia?’’ tanya Valgar. ‘’Toilet wanita yang berada di sebrang kelasnya, Tuan.’’ Ucap Anak buah Valgar melalui earpiecenya. Begitu Ambar masuk ke toilet. Ia cepat-cepat masuk ke salah satu pintu yang terbuka dan langsung mengeksekusi apa yang telah direncanakannya. ‘’Kau tidak akan bisa bersembunyi dariku.’’ Valgar menyeringai senang. Rasa putus asa yang hampir memuncak itu menggelapkan pikiran dan juga hatinya. Padahal ia tau bahwa tidak ada satu orang pun yang akan senang diperlakukan seperti tahanan apalagi buronan. Valgar keluar dari mobilnya. Saat ia menoleh ke mobil Ambar, kemarahan memuncak di kepalanya. Mengenakan topi berwarna hitam dan kaos berlengan pendek dengan warna yang senada, ia mulai melangkahkan kaki

