"Teman dekat?" Davis mengangkat kedua alis hitamnya. Bertanya-tanya apa maksudnya. "Dia teman satu kampus Valgar. Putraku mengatakan bahwa Amanda memiliki kecenderungan melakukan hal gila. Aku juga tidak tau apa. Tapi hal itulah yg membuat mereka akrab." Davis berusaha menelaah kalimat Sahabatnya. Namun dia tidak mendapat petunjuk apapun mengenai penjelasan tersebut. "Gerard sangat menyayanginya. Hal itu karena Amanda merupakan satu-satunya anggota wanita Executive Keluarga Brooklyn yang menyandang status sebagai menantu. Terlebih dia tidak memiliki seorang anak perempuan." Dengan balutan jas hitam, seorang pria bermanik biru sedang tersenyum sambil memeluk Sang Pengantin wanita.Potret itu terpampang jelas di bagian depan koran. Tak lama. Huracan merah yang dikendarai pasangan muda ter

