‘’Bukannya tadi Nona Muda ada di sini?’’ Tara yang baru saja datang membawa nampan berisi makanan lain mencari-cari keberadaan Ambar. Pandangannya kini tertuju ke Putranya. ‘’Bantu Ibu mencarinya.’’ titah Adeline. Valgar menghembuskan napas malas. Kenapa dia harus repot-repot mencari tamu Ibunya? Bukankan lebih baik tidak usah datang saja? Lihat? Jadi merepotkan, bukan? ‘’Are you kidding me?’’ Suaranya yang melemah tersirat pemberontakan di dalamnya. Namun ia cepat-cepat pergi saat mendapati sorot mata Ibunya yang tajam sedang terarah kepadanya. Singa jinak itu tidak berani membantah singa betina yang lebih berkuasa. Alih-alih menuruti perintah ibunya, pria dengan mood buruk itu malah menuju ke kamarnya. Saat ia sudah berada di depan pintu, Valgar menyadari ruang belajarnya yang tak j

