Zalfa memilih diam di sepanjang sisa perjalanan. Tidak terpikir olehnya bagaimana bisa seorang Irna lebih dipilih jadi calon istri buat Warja. Kenapa bukan dia saja yang diminta Juminah untuk menjadi calon istri untuk Warja. Terus saja dalam pikiran Zalfa dipenuhi banyak tanya, apa lebihnya Irna di mata Juminah? Apa keistimewaan Irna hingga Juminah malah datang ke rumah keluarga Irna untuk menyatakan keinginan memantu. Kenapa bukan dia? Kenapa harus Irna lagi dan Irna lagi yang menjadi pesaingnya. Tidak, Zalfa tidak akan membiarkan itu terjadi. Zalfa tidak mau kalau Irna yang menang dalam hal ini. Zalfa tidak mungkin membiarkan hal ini berjalan seperti apa yang dikatakan Warja. Irna harus menjauh, Irna tidak boleh dibiarkan dekat lagi dengan Warja. Bukan Irna yang seharusnya jadi pendam

