Beda Level

2164 Kata

Bukan hanya Dinda yang melongo mendengar pengakuan Irna sebagai calon istri. Kelima mahasiswa KKN lainnya yang bertemu Irna saling pandang, melirik pada Dinda, beralih ke Irna. Bingung untuk mulai bersuara hingga tawa cekikan Irna terdengar. “Kok tegang banget? Aku bercanda kali. Aku ini temannya Warja, bukan calon istri,” ralat Irna sembari menepuk pelan lengan Dinda. “Eh, enggak kok mbak. Enggak apa-apa.” “Apanya yang enggak apa-apa. Muka kamu malah tidak bisa bohong, kebaca langsung kecewa dengar aku ngaku jadi calon istri si Warja.” “Enggak kok mbak,” elak Dinda lagi. “Iya, enggak apa-apa. Sudah ya aku tinggal, bye.” Irna melanjutkan langkahnya menuju arah berlainan dengan Dinda dan kawan-kawan. “Eh, mbak, aku ....” Dinda tidak jadi melanjutkan kalimatnya saat Irna terus melamb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN