My Second Life || 12

1413 Kata

Aku mematikan kompor. Berjalan menghampiri Kenan yang masih tertunduk dan memeluknya lembut. Kenan mencengkram pinggangku pelan dan membenamkan wajahnya di perutku. Dia terdiam seolah sangat terbebani oleh semua masalah menyangkut diriku. Ku elus rambutnya pelan, memberikan ketenangan. "Aku tidak apa-apa. Jangan mengatakan itu semua dengan wajah bersalah. Malah aku sangat bahagia bisa menikah denganmu secepat ini tanpa perlu takut di rebut oleh perempuan lain." "Benarkah?" "Iya." "Ak--" Ucapannya dipotong oleh suara bel rumah. Kenan berdecak kesal dan menjauhkan wajahnya dari perutku. Aku tertawa kecil melihat kekesalannya. "Aku buka pintu dulu. Siapa tahu penting." "Jangan, Bi. Biarkan saja maid yang melakukannya." "Oke." Kenan menyuruh salah satu pelayan membuka kan pintu lew

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN