"Jangan memancingku terus, Bi. Aku takut kelepasan dan membuatmu membenciku." Tuturnya pelan. Nyaris tak terdengar. Dia menghela nafas berat. "Sejak tadi aku mati-matian menahan diriku untuk tidak melakukannya padamu." Oh, jadi jawaban 'tidak siap' yang dimaksudnya ini?! "Bukankah kamu tahu aku sangat mencintaimu sejak dulu? Aku ingin sekali memilikimu seutuhnya sehingga tidak akan ada lagi yang berani merebutmu dariku, tapi masa depanmu jauh lebih penting dari itu semua. Aku tidak ingin menghancurkannya." Mendadak aku merasa bersalah padanya. Sikap ku selama ini lah yang membuatnya berpikir demikian. "Maafkan aku." Kenan mendekapku lembut. "Jangan meminta maaf Bi karena kamu tidak salah sama sekali. Aku lah yang salah karena tidak bisa menahan diri." Melepaskan pelukannya dan mengusa

