"Lagi ngapain, Bi?" Pertanyaan Kenan membuatku mengalihkan pandangan dari buku ke arahnya. "Buat tugas." Keningku mengernyit melihat wajah bahagianya. Aneh. Biasanya kan orang baru pulang kerja itu terlihat lelah dan tak bersemangat. Aku mengerjap kaget kala dia memeluk tubuhku secara mendadak. "Kenapa?" Tanyaku heran. "Aku bahagia, Bi." Ungkapnya terus terang. "Bahagia karena apa?" Tanyaku masih tak mengerti. "Aku bahagia melihat video yang dikirimkan sahabatmu. Aku bahagia mengetahui bahwa kamu memang serius dengan ucapanmu selama ini." Aku tersenyum geli. Ternyata karena itu dia bahagia. Kali ini aku harus berterima kasih ke Sofia karena dia membuat Kenan semakin mempercayaiku. "Maaf sudah meragukanmu tapi mulai hari ini aku tidak akan pernah meragukanmu lagi." Tuturnya bersung

