My Second Life || 22

1142 Kata

‍Kenan terbangun dengan nafas memburu serta peluh yang membanjiri keningnya. Ingatan sebelum pingsan melintas di otaknya, membuatnya langsung turun dari kasur. Dibukanya pintu ruangan tergesa-gesa. Langsung disambut oleh para bawahannya yang setia berjaga di depan pintu masuk. "Ah, tuan sudah bangun," kata mereka terkejut. "Dimana Bianca? Dia masih hidup, 'kan?" Tanya Kenan menuntut. Seakan berharap para bawahannya menjawab MASIH HIDUP. Sumpah demi apapun, Kenan tak sanggup jika harus kehilangan Bianca secepat ini. Waktu yang dilaluinya bersama Bianca terlalu singkat, tidak cukup baginya. Dia ingin melalui setiap waktunya bersama Bianca, hingga tua nanti. "Untungnya Nona Bianca dapat diselamatkan, tuan." Kenan menghela nafas lega. Wajah tegangnya kini kembali santai. Pun dengan raha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN