Pria tampan itu termangu di tempat. Menatap lurus wajah pucat Bianca. Tiga hari sudah berlalu, namun Bianca tidak kunjung bangun sehingga menghadirkan rasa takut berlebihan di dalam diri Kenan. Takut Bianca akan pergi selama-lamanya. Meninggalkan dirinya di dunia nan kejam ini sendirian. Tanpa semangat dan tanpa tujuan hidup karena sedari awal, Bianca adalah semangatnya, tujuan hidupnya. Kenangan masa lalu teringat olehnya. Membawa dirinya pada kisah masa lampau dengan tatapan yang tak pernah luput dari Bianca. #FLASHBACK ON# "Kenan, mana kue kesukaan Bianca?" Seorang gadis mungil merentangkan kedua tangannya di depan pintu. Menghadang jalan Kenan yang hendak masuk ke dalam rumah. "Kenan pasti membelikannya untuk Bianca 'kan?" Senyuman lebar dan ceria gadis itu membuat jantung Kena

