Ada mimpi aneh yang mendatangiku. Aku tidak bisa menjelaskan mengenai kemampuanku mengenali peristiwa yang terpapar di hadapanku sebagai sebentuk mimpi. Namun, dalam hati aku yakin bahwa aku tengah bermimpi. Seperti pengelana di negeri asing. Terombang-ambing dalam keelokan rupa dan nuansa baru. Mencoba memahami segala hal, tetapi akal tetap tidak mampu menafsirkan setiap peristiwa. Perasaan yang merayap dalam diriku bukanlah emosi buruk, melainkan rasa sukacita. Dengan jantung berdegup kencang, berjalan secepat mungkin, dan berdiri kaku begitu melihat pemandangan di balkon. Matahari mulai merayap turun. Memaparkan sinar oranye keemasan. Angin berembus pelan, membawa aroma musim dingin ke dalam ruangan. Tanganku membeku, tidak bisa lepas dari gagang pintu. Di balkon aku bisa melihat No

