Tubuhku sedikit membaik; tidak lagi gemetar, keringat mulai surut, dan napas mulai teratur. Mimpi-mimpi ... sekadar bunga tidur? Pertanda? Sensasi pedih masih terasa jelas di seluruh tubuh. Seolah akulah Adel yang sesungguhnya. Hanya ada kesunyian. Dapur terasa lengang dan kosong. Semenjak aku memutuskan hidup mandiri, meninggalkan rumah White, dan mencoba merasakan kebebasan yang dulu begitu aku damba; sedikit demi sedikit aku merasa hidup. Benar-benar hidup. Bukan sekadar hidup demi memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan menjalani hidup dengan kepuasaan dan ketenangan. Hidup yang sesuai dengan pilihan milikku sendiri. Aku menyandarkan punggung ke sandaran kursi. Jam menunjukkan pukul 02:00. Jarang aku terbangun pada waktu sedemikan petang, terlebih setelah bermimpi sangat buruk.

