33

1164 Kata

Tugasku di Sweet Candy telah usai. Aku tidak perlu datang ke sana. Adapun satu orang bernama Kevin sering menghubungiku. Kevin, si cowok yang memberiku tiket pentas Natasha Montez, ternyata memiliki ketertarikan denganku. Kadang dia mengirim pesan sekadar menanyakan kabar. Yaaaah basa-basi pendekatan. “Sudah makan, belum?” “Sekarang sedang apa?” “Mau makan bareng aku, enggak?” “Kamu sibuk?” “Selamat tidur.” Kepalaku sampai cenat-cenut memikirkan kalimat penolakan bernada halus dan tidak menyinggung perasaan. Mana mungkin aku langsung bilang, “Kevin, setop. Aku nggak ada ketertarikan dengan kamu. Mending kamu kejar cewek yang lain.” Kasar. Apa bedanya aku dengan Noa? Lagi pula, Kevin masih masuk dalam kategori wajar dan tidak berbahaya. Setahuku selama bekerja di Sweet Candy pun d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN