BAB 31: Jaring-Jaring di Balik Cahaya Regin keluar dari kamar, menutup pintu dengan bunyi klik yang sangat pelan. Ia berdiri sejenak di ruang tamu, menatap lampu-lampu kota dari jendela besar apartemen. Ia merasa sangat berkuasa. Segala bidak telah ia gerakkan. Ayahnya di Singapura, ibunya di dalam sangkar, dan Ressa... Ressa sedang menunggunya di rumah besar yang sunyi itu. Ia kembali ke mobilnya, memacu kendaraan menembus dinginnya malam Jakarta yang mulai berangsur subuh. Saat ia kembali ke rumah besar milik Papa Bram, ia melihat cahaya lampu kamar Ressa masih padam. Ia kembali ke posisinya semula, duduk bersandar di depan pintu kamar Ressa. Ia memejamkan mata sejenak, menghirup aroma kayu putih yang merembes dari celah pintu—aroma Ressa. Ia tersenyum tipis. Malam ini, ia telah meng

