Bab 22

1610 Kata

Racun di Gelas Kristal Regin meletakkan gelasnya di meja dengan denting yang cukup keras. Ia berdiri, tinggi badannya mengintimidasi Julian. "Tidak ada masalah. Hanya saja, aku tidak suka jika ada pria asing yang tidak tahu batasan mendekati keluargaku." Tante Ratna memegang tangan Regin, mencoba menenangkan. "Duduk, Gin. Jangan memalukan Mamah." Ressa merasa mukanya panas. "Julian, maafkan adikku. Dia memang sedikit... protektif." Julian mengangguk mengerti, meski matanya menatap Regin dengan penuh tantangan. "Tidak apa-apa. Ressa, mau ikut aku ke balkon sebentar? Ada pemandangan yang ingin kutunjukkan." Ressa baru saja hendak menjawab "ya", ketika Regin menyambar pergelangan tangannya. "Dia tidak ke mana-mana," desis Regin. Cengkeramannya kuat, seolah tidak peduli jika itu akan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN