HAPPY READING GUYS:)
Semuanya terdiam setelah mendengar kata kata itu, Kiano seakan sudah menyerah dengan keadannya sendiri.
"Aku tau bahwa kau melindungi kami dari orang itu tapi kau juga tidak perlu menjadi dingin pada kami dan kau tidak perlu menjauhi kami. Kitakan bisa menyelesaikan masalah ini bersama" Ujar Sebastian.
"Bahkan jika kau merasa melindungi orang orang disekitarmu adalah tanggung jawabmu, bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau bisa berbagi tanggung jawab itu denganku" Ujar Sebastian lagi.
"Kau tidak mengerti, orang yang menyebabkan dia datang kemari adalah aku. Aku yang bertanggung jawab atas masalah ini dan aku tidak akan pernah membaginya dengan siapapun termasuk kau" Jawab Kiano lalu hendak pergi dari sana.
Saat Kiano melangkahkan kakinya tiba tiba Aurel berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang.
"Berhenti!!" Ujar Aurel dengan tegas dan seketika itu Kiano langsung menghentikan langkahnya.
"Apakah kau pikir dengan kau menjauhi kami maka kau sudah melindungi kami!!" Ujar Aurel dengan tegas.
Kiano tidak ingin mendengarkan Aurel karena saat dia mendengarkan Aurel pasti keputusan yang akan dia buat bisa goyah dan akhirnya dia memutuskan untuk tetap pergi darisana. Aurel terus meneriakinya untuk berhenti tapi Kiano tetap memaksa dirinya sendiri untuk melangkah pergi dari sana.
Saat Kiano sudah pergi dari sana, Sebastian sudah tidak bisa menyembunyikan kebenarannya pada Aurel dan Jessica.
"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kalian" Ujar Sebastian.
"Apakah kau tidak bisa membicarakannya nanti? sekarang kita harus mengejar Kiano" Ujar Aurel. yang ingin melangkah pergi darisana, tapi Sebastian memegang lengannya untuk mencegahnya pergi dari sana.
"Ini tentang Kiano" Ujar Sebastian.
Seketika itu Aurel langsung menjadi tenang.
"Apa yang ingin kau katakan tentangnya?" Tanya Aurel.
"Semua yang ku tau aku akan menceritakannya pada kalian" Ujar Sebastian.
"Kalau begitu cepat katakan" Ujar Aurel dan Jessica penasaran.
"Bel akan berbunyi sebentar lagi, aku akan menceritakan pada kalian saat sepulang sekolah saja. Sekarang kita kembali kekelas" Ujar Sebastian.
Mereka bertiga pergi meninggalkan atap dan pergi kekelas. Tak lama setelah mereka sampai dikelas ternyata bel sekolah berbunyi, mereka menunggu 10 menit seperti biasanya lalu gurupun masuk kedalam dan memulai pelajaran. Aurel terus menatap kearah Kiano yang masih terus melihat keluar jendela dan memikirkan kira kira apa yang akan dikatakan Sebastian padanya dan Jessica.
.....................................................
Jam pelajaranpun selesai dan bel sekolah telah berbunyi menandakan bahwa ini sudah waktunya pulang sekolah. Kiano sudah keluar duluan dari kelas dan segera pergi ke apartemennya sementar Sebastian, Aurel, dan Jessica pergi ke cafe untuk berbicara tentang masa lalunya Kiano. Sesampainya di cafe itu mereka duduk dan memesan minuman.
"Ceritakan cepat" Ujar Aurel yang sudah tidak sabar.
"Baiklah dengarkan baik baik aku tida akan mengulanginya karena aku takut nanti ada yang mendengarkan jika aku terus mengulanginya" Ujar Sebastian.
"Oke" Jawab Aurel dan Jessica bersamaan.
"Kiano tidak lahir dikota ini, dia lahir dikota lain dan 5 tahun setelah dia lahir dia baru pindah kekota ini. 5 tahun itu tante Lauren mendidik Kiano dengan sangat keras, walaupun dia belum sekolah tapi dia tetap diajari segalanya. Semua yang dilakukan manusia saat mereka kecil, remaja, maupun dewasa. Diusia yang seharusnya dia gunakan untuk bermain, tapi malah dia gunakan untuk belajar"
"Kiano berusaha begitu sangat keras diusianya yang sangat muda hanya untuk mendapat pujian dari tante Lauren, karena dulu tante Lauren bersikap sangat kejam dan dingin pada Kiano, dan Kiano sama sekali tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayah dan ibunya, bahkan dia tidak pernah mendapat kasih sayang dari siapapun"
"Tante Lauren terlalu menekan dan memaksa Kiano untuk bisa melakukan apapun yang tante Lauren inginkan, hingga itu menyebabkan trauma pada dirinya. Traumanya akan kambuh jika dia mendapatkan suatu paksaan atau tekanan dari orang lain, sebenarnya jika dipikir pikir Kiano itu sangat sempurna hanya saja traumanya itulah yang membuatnya tidak sempurna" Ujar Sebastian.
"Lalu kemana ayahnya? dan siapa dia?" Tanya Aurel.
"Tidak ada yang tau tentang ayah dari Kiano kecuali tante Lauren sendiri, bahkan Kiano sendiri tidak tau bagaimana wajah ayahnya dan siapa ayahnya karena ayahnya meninggal saat dia berada dikandungan ibunya. Ayahnya meninggal dengan cara dibunuh oleh orang yang sekarang sedang ditakuti oleh Kiano"
"Mulai dari cerita ini aku hanya berasumsi bahwa orang itu sudah mengincar Kiano sejak dia masih berada dikandungan ibunya dan sepertinya orang itu sangat ingin menyiksa Kiano. Oleh karena itu dia membunuh ayah Kiano dan sepertinya inilah alasan Kiano menjauhi kita semua" Ujar Sebastian.
"Oke kalau begitu lanjutkan ceritanya, apa yang terjadi pada Kiano setelah dia mendapat trauma itu?" Tanya Aurel.
"Kiano mendapat trauma itu saat usianya 5 tahun dan setelah mendapat trauma itu Kiano dan tante Lauren pindah kekota ini tapi mereka tidak tinggal bersama. Kiano yang berusia 5 tahun itu tinggal diapartemen yang sekarang dia tinggali dia tinggal disana dulu dengan pelayannya hingga saat berusia 12 tahun dia menyuruh pelayannya untuk kembali kerumah tante Laren dan mulai dari itu dia tinggal sendirian diapartemennya"
"Kenapa tante Lauren melakukan itu semua pada Kiano?" Tanya Jessica.
"Alasannya sama, demi melindungi Kiano. Tante Lauren berpikir bahwa orang itu mengincar dirinya jadi dia berusaha untuk membuat Kiano membencinya dengan membuatnya berpikir bahwa tante Lauren lebih sayang padaku daripada Kiano agar Kiano membenci dirinya dan menjauh darinya" Jawab Sebastian.
"Siapa sebenarnya orang itu?" Tanya Aurel.
"Entahlah, dia terakhir kali muncul dirumah sakit yang saat itu ada Kiano disana. Aku juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi disana, saat aku mendekati ruangan Kiano dan membuka pintunya, saat itu Tante Lauren ada didekat pintu, dia terlihat seperti diikat tapi talinya tidak terlihat dan mulutnya seperti dibungkam sehingga dia tidak bisa mengatakan apapun"
"Saat itu aku melihat Kiano juga seperti diikat dan badannya sangat lemas, setelah itu orang itu pergi dan sesaat sebelum dia pergi dia melihat kearahku dan tersenyum padaku seperti sudah pernah mengenalku sebelumnya padahal aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya"
"Setelah dia pergi, Kiano tiba tiba terjatuh kelantai, tubuhnya penuh dengan keringat dan tenaganya seperti terkuras habis, lalu tante Lauren mengatakan bahwa Kiano telah menahan rasa sakit yang luar biasa hingga membuat berteriak tapi anehnya disini, walaupun Kiano berteriak tapi suaranya tidak terdengar dari luar"
"Lalu dia berganti pakaian dan setelah itu kami membicarakan apa yang terjadi tadi. Saat itu tante Lauren menanyakan tentang luka Kiano dan Kiano menjawab bahwa memang rasanya sangat menyakitkan tapi lukanya benar benar sembuh tanpa jejak. Kami lalu berbicara tentang orang itu, kami berasumsi bahwa orang itu bukanlah manusia biasa"
"Bagaimana kau bisa datang diwaktu yang tepat?" Tanya Jessica.
"Saat aku sudah hampir sampai dirumah tiba tiba aku merasa ada orang yang berbicara dikepalaku dan mengatakan bahwa temanku dan ibunya sedang berada dalam bahaya, lalu tiba tiba aku menjadi khawatir pada Kiano dan segera pergi kerumah sakit lagi" Jawab Sebastian.
"Oh ya Kiano juga mengatakan bahwa orang itu akan datang lagi dalam waktu dekat ini. Itulah sebabnya dia menjauhi kita dan tidak tinggal dirumahnya malah memilih untuk tinggal diapartemennya sendiri, karena dia takut orang itu bisa menyakiti keluarga ataupun temannya. Jika dia sendiri maka orang itu hanya akan berfokus pada dirinya sendiri"
"Tapi menurutku tida seperti itu, bahkan jika Kiano menjauh dari kita maupun keluarganya. Orang itu tetap bisa menyakiti kita karena orang itu bisa muncul kpan saja dia mau dan tujuannya bukan untuk membunuh Kiano tapi untuk membuat Kiano sengsara" Ujar Sebastian.
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" Tanya Aurel.
"Karena jika orang itu ingin membunuh Kiano dia bisa melakukannya dari dulukan, bahkan dengan kekuatannya dia bisa membunuh Kiano dengan mudah tanpa tertangkap polisi" Jawab Kiano.
"Siapa sebenarnya orang itu, bagaimana bisa dia memiliki kekuatan seperti itu? Dan kenapa dia mengincar Kiano bahkan saat Kiano belum lahirpun dia sudah menargetkannya" Tanya Aurel yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Bagaimana wajah orang itu?" Tanya Jessica.
"Aku hanya sekilas melihat wajahnya tapi sepertinya dia seorang laki laki dengan wajah yang tidak tampan melainkan cantik dan pakaiannya... agak terbuka. Itu hanya kemungkinan saja" Ujar Kiano.
"Kalau begitu ayo keapartemennya Kiano" Ujar Aurel untuk mengajak semuanya pergi keapartemn Kiano.
"Kau sudah lupa, Kiano tidak ingin berbicara dengan kita, bagaimana kita bisa keapartemennya" Ujar Jessica.
Aurel lupa kalau Kiano sekarang ini sedang menjauh dari mereka karena ingin melindungi mereka, tapi tiba tiba Aurel terpikirkan sebuah ide yang sangat bagus.
"Aku punya ide yang bagus yang bisa membuat kita masuk kedalam apartemen Kiano" Ujar Aurel.
.................................................................................
Kiano sedang berada diapartemennya dengan melihat kular jendela dan melamun tapi tiba tiba ada yang memecah lamunannya yaitu bel pintu yang terus saja berbunyi. Kiano yang penasaran siapa orang yang memencet bel pintunya dengan tidak sabaran. Saat dia membuka pintu dia melihat bahwa ada ketiga temannya disana.Tapi kali ini berbeda, Aurel digendong oleh Sebastian yang sepertinya Aurel sedang tidak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi pada Aurel!?" Ujar Kiano panik yang langsung merebut Aurel dari tangan Sebastian lalu Kiano membawanya kedalam dan menidurkannya disofa.
"Kami tadi berniat pulang setelah dari cafe tapi tiba tiba orang yang menyerangnya dirumah sakit datang dan kemudian menyerang Aurel lalu Aurel tidak sadarkan diri, karena apartemenmu berada dekat dengan lokasi kami tadi jadi kami membawanya kemari" Ujar Sebastian dengan nada yang begitu panik.
Jessicapun menangis tersedu sedu karena melihat Aurel yang tidak sadarkan diri.
"Kenapa dia malah menyerang kalian padahal aku sudah menjauh dari kalian" Ujar Kiano dengan wajah yang sangat panik sambil memegangi kepalanya.
"Itu karena dia bilang pada kami bahwa dia ingin kau menderita, bahkan jika kau tidak bersama dengan kami orang itu pasti akan tetap menyarang kami. Aku tidak tau siapa lagi yang akan menjadi korbannya setelah ini" Ujar Jessica yang masih menangis disamping Aurel.
Kiano lalu menghampiri Aurel dan menyuruh Aurel untuk bangun tapi tidak ada respon sama sekali dari Aurel, Kiano tidak tau apa yang harus dia lakukan dan itulah pertama kalinya dia meneteskan air matanya.