HAPPY READING GUYS:)
"Ki, kau seharusnya tidak mengatakan itu. Ba-bagaimana jika nanti dia datang sungguhan dan mengambilmu dariku"Ucap Lauren sambil memeluk Kiano dengan diselimuti rasa takut.
"Ibu aku..." Kiano belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba tiba angin berhenbus sangat kencang diluar sana hingga membuat benda benda diluar berterbangan dan memecahkan kaca jendela ruangan Kiano seperti seolah olah angin itu sedang dikendalikan seseorang.
Lauren menjadi tambah panik dan langsung menarik Kiano untuk turun dari ranjangnya dan segera menariknya untuk keluar dari ruangan itu tapi pintunya tidak bisa dibuka, tidak peduli seberapa keras Lauren mencoba tapi dia tetap tidak bisa membukanya.
"Ibu ada apa? Inikan hanya angin biasa, tidak perlu sepanik itu" Ujar Kiano.
"Tidak tidak bukan, ini sangat berbahaya kita harus keluar segera. Di-dia akan segera muncul. Kumohon pintu terbukalah" Jawab Lauren dengan sangat panik yang masih berusaaha membuka pintunya.
Tak lama kemudian terdengarlah suara tawa lalu muncullah seorang pria dengan wajah yang cantik, dia adalah raja iblis.
Kiano merasa sangat familiar dengan orang itu, sedangkan Lauren menjadi lebih panik lagi. Dia menarik Kiano untuk berada dibelakangnya.
"Kau telah membunuh suamiku, aku tidak akan pernah membiarkanmu membunuh putraku" Ujar Lauren.
"Ouh hatiku sangat sakit sekali mendengar itu, aku adalah penggemar beratmu. Kau sangat tega sekali mengatakan itu padaku" Ujar sang raja lalu setelah itu dia tertawa.
"Ki, kemarilah!!" Ujar sang raja memberi perintah.
Kiano kaget karena tiba tiba tubuhnya bergerak sendiri padahal dia sama sekali tidak menggerakkannya, Lauren ingin menarik Kiano tapi entah kenapa tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. Setelah Kiano mendekat pada raja iblis, raja itu membelai wajahnya.
"Wajahmu tetap saja sama, tidak ada perubahan sama sekali" Ujar sang raja sambil mengamati wajah dari Kiano.
"Siapa kau dan apa yang kau inginkan dariku" Ujar Kiano yang masih berusaha melepaskan diri.
"Kau aneh sekali, padahal kita sudah ribuan tahun bersama, dan kau melupakanku. Oh ya aku lupa, aku telah mengambil ingatanmu, kalau kau tidak lupa padaku itu baru yang namanya anehkan" Ujar raja iblis sambil tersenyum.
"KIANO!!" Teriak Lauren yang tidak bisa bergerak sama sekali darisana sambil menangis.
"DIAM, aku belum selesai bicara dengannya" Ujar raja iblis, seketika itu Lauren tidak bisa bicara sama sekali.
"Jangan sakiti ibuku!!" Ujar Kiano yang marah.
"Tenang saja, dia tidak akan kesakitan aku hanya sedikit menutup mulutnya saja. Sampai dimana tadi aku bicara. Oh ya, Ki kau tau tidak, aku menunggumu sangat lama sekali. Aku benar benar sangat merindukanmu" Ujar raja iblis sambil memeluk Kiano.
Lauren tetap meronta ronta sambil menangis.
"Jangan memelukku!!!! lepaskan" Ujar Kiano yang masih memberontak tapi tidak berhasil sama sekali, karena menggunakan tenaga yang besar lukanya menjadi sakit lagi. Kiano berusaha menahan rasa sakitnya.
"Ada apa Ki?, oh ini pasti karena luka diperutmu itu ya, apakah sesakit itu?" Ujar sanga raja.
"Dalam waktu dekat ini kau akan bertemu denganku lagi dan kau akan membunuh target yang aku inginkan. Bagaimana bisa kau terluka? aku akan membantumu menyembuhkan lukamu tapi rasanya pasti akan sangat sakit, jadi tahan ya" Ujar sang raja dengan wajah yang seperti hanya berpura pura khawatir.
Padahal sang raja bisa menggunakan teknik penyembuhan yang tidak menyakiti Kiano tapi dia memilih menggunakan teknik penyembuhan yang paling sakit. Sang raja memulai penyembuhannya dengan perban diperut Kiano lalu menyentuh bagian perut Kiano yang terluka.
"Singkirkan tanganmu dariku!!" Ujar Kiano yang sudah sangat marah.
"Simpan tenagamu untuk berteriak karena ini akan sangat sakit" Ujar sang raja.
Raja iblis memulai penyembuhan dan Kiano merasakan sakit yang sangat luar biasa tapi dia sama sekali tidak berteriak, Kiano menahan rasa sakit itu karena dia juga tidak bisa bergerak sama sekali. Lauren yang melihat putranya sangat kesakitan hanya bisa menangis saja tanpa bisa melakukan apapun.
"Berteriaklah, Ki. Jika kau menahannya itu akan terasa lebih sakit lagi. Kau tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu" Ujar raja itu sambil menambah rasa sakitnya.
Keringat keluar dari tubuh Kiano, dia masih berusaha menahannya, tapi semakian dia menahannya rasa sakitnya semakin bertambah. Kiano tidak bisa menahannya lagi dan akhirnya dia berteriak. Sang raja hanya tersenyum senang mendengar teriakan Kiano.
Tiba tiba pintu itu terbuka pada saat yang sama luka Kiano telah tertutup rapat tanpa bekas sama sekali. Sebastian bersama dengan pelayan Kiano, Sebastian melihat wajah raja iblis sekilas dan raja iblis itu hanya tersenyum padanya lalu pergi begitu saja, semua barang yang tadinya berserakan kembali seperti sedia kala dan kaca yang pecah kembali menjadi tidak pecah. Setelah mendapat rasa sakit yang begitu besar, Kiano terjatuh tapi dia tetap masih dalam keadaan sadar.
Lauren yang tadinya tidak bisa bergerak dan berbicara sama sekali sekarang sudah bisa bergerak dan berbicara kembali. Dia langsung menghampiri Kiano disana begitu juga dengan Sebastian.
"Ki, apakah masih sakit? Sebastian tolong panggilkan dokter cepat!!" Ujar Lauren yang panik.
"Tidak, aku tidak perlu dokter, aku baik baik saja" Ujar Kiano, tubuh dan wajahnya mengeluarkan keringat yang sangat banyak.
"Jangan berbohong padaku. Kau menahan sakit hingga berteriak tadi dan sekarang kau mengatakan bahwa kau baik baik saja" Ujar Lauren yang tidak percaya dengan perkataan Kiano.
"Aku sungguh baik baik saja. Aku tidak merasakan sakit lagi sekarang" Ujar Kiano berusaha meyakinkan ibunya.
"Bajuku terasa sangat basah, aku ingin berganti pakaian. Kalian keluarlah" Ujar Kiano yang berusaha berdiri.
"Tuan muda biarkan saya membantu anda" Ujar pelayannya.
"Tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri, kalian semua keluar saja" Ujar Kiano.
Mereka semua menuruti perkataan Kiano dan keluar dari sana. Kiano mengganti pakaiannya saat membuka pakaian atasnya dia terkejut bahwa sudah tidak ada luka lagi disana dan juga tidak ada bekas sama sekali. Raja iblis itu benar benar menyembuhkan lukanya. Setelah selesai mngganti bajunya Kiano memperbolehkan orang yang tadi menunggu diluar untuk masuk kedalam.
"Bagaimana lukamu, Ki. Itu baik baik saja kan?" Tanya Lauren pada Kiano.
"Orang itu menepati perkataannya, walaupun rasanya sangat meyakitkan tapi lukaku benar benar menghilang tanpa bekas sedikitpun"
"Tadi saat aku melihat wajahnya aku merasa sangat familiar dengan orang itu" Ujar Kiano.
"Aku juga merasakan hal yang sama" Jawab Sebastian.
"Dia mengatakan sesuatu yang tidak bisa kupahami" Ujar Kiano.
" Apa?" Tanya Sebastian.
"Saat aku bertanya dia siapa dan apa yang dia inginkan dia malah melah balik bertanya padaku, dia berkata bahwa aku dan dia sudah ribuan tahun bersama dan dia juga mengatakan aku tidak bisa mengingatnya karena ingatanku diambil olehnya" Jawab Kiano.
"Ribuan tahun? kau saja baru saja lahir 16 tahun lalu. Bagaimana bisa kau sudah bersamnya selama ribuan tahun" Ujar Sebastian bingun dengan apa yang dikatakan Kiano.
"Ki, ibu ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting padamu" Ujar Lauren secara tiba tiba.
Lauren juga menyuruh pelayannya untuk pulang saja. Setelah pelayan itu pergi, Lauren berkata...
"Ibu ingin bilang sesuatu yang sudah lama ibu rahasiakan darimu" Ujar Lauren yang agak sedikit ragu, dia ragu untuk mengatakannya karena bagaimana jika nanti Kiano tidak percaya.
"Ibu tidak perlu mengaatakannya, aku sudah tau itu semua" Ujar Kiano. Tentu saja perkataan Kiano yang itu membuat Lauren terkejut.
"Kau sudah tau? apakah Sebastian memberitahumu semuanya?" Tanya Lauren.
"Tidak aku yang mencari tau sendiri. Eh tunggu sebentar ibu tadi bilang apa? Sebastian memberitauku semuanya? jadi dari awal Sebastian sudah mengetahui itu semua?" Tanya Kiano balik.
"Ya aku sudah tau itu semua" Ujar Sebastian.
"Lalu kenapa kau tidak memberitau diriku dari awal?" Tanya Kiano dengan ekspresi marah.
"Karena aku sudah berjanji dengan ibumu untuk tidak mengatakan itu semua padamu, jadi aku hanya bisa membantumu mencaritau yang sebenarnya, dan kau telah mengetahui semua yang kutahu hanya dengan satu pergerakan saja" Jelas Sebastian pada Kiano.
"Baiklah alasanmu kali ini akan kuterima" Ujar Kiano.
"Jadi kau juga tidak tau siapa yang membunuh ayahku?" Tanya Kiano pada Sebastian.
Sebastian hanya menggelengkan kepalanya saja menandakan bahwa dia tidak tau siapa pembunuh ayah Kiano.
"Ibu tolong beritau aku siapa yang telah membunuh ayah" Tanya Kiano pada Lauren.
"Yang membunuh ayahmu adalah..." Tiba tiba Lauren menghentikan perkataannya dia menjadi ragu ragu untuk mengatakannya, tapi dia tetap memutuskan untuk mengatakannya.
"Yang membunuh ayahmu adalah orang yang tiba tiba muncul tadi ( raja iblis )" Ujar Lauren dengan ragu ragu.