KEBAHAGIAAN

1044 Kata
HAPPY READING GUYS:)     "Kenapa ibu terlihat ragu mengatakannya? apakah ada sesuatu yang lainnya lagi tentang pembunuhan ayah" Tanya Kiano.     Kiano dan Sebastian menatap Lauren dengan penuh kecurigaan.     "Kalian masih punya rahasia yang tidak kalian beritaukan padaku lagi kah?" Tanya Kiano lagi.     Lalu Sebastian menatap Kiano dan menggelengkan kepalanya menandakana bahwa dia tidak tau sama sekali tentang yang apa yang disembunyikan Lauren.     "Ibu jawab pertanyaanku. Apakah masih ada yang belum ibu katakan?" Tanya Kiano untuk yang ketiga kalianya.     "Ti-tidak ada, sama sekali tidak ada" Ujar Lauren dengan agak terbata bata.     "Baiklah kalau ibu bilang begitu aku akan mempercayainya" Ujar Kiano sambil tersenyum kepada ibunya.     "Bagus jika kalian sudah berbaikan dan tidak bermusuhan lagi, tapi aku memiliki 1 pertanyaan. Sebenarnya orang itu adalah apa?" Tanya Sebastian sambil menatap ibu dan anak itu.     "Yang pasti dia bukan manusia, dia muncul secara tiba tiba, memiliki kekuatan yang tidak bisa dimiliki manusia biasa" Ujar Kiano.     "Menurut kalian kira kira kenapa orang itu membunuh ayah?" Tanya Kiano meminta pendapat Sebastian dan Lauren.     "Itu bukankah seharusnya hanya tante Lauren saja yang tau, karena dia tau siapa pembunuhnya seharunya dia berada disana kan?" Ujar Sebastian memberikan pendapatnya.     Lauren hanya bengong dan tenggelam dalam pikirannya sendiri tanpa mendengarkan Kiano dan Sebastian.     "Ibu?" Panggil Kiano kepada Lauren.     "Hah?" Ujar Lauren yang telah kembali kedunia nyata.     "Ada apa? apa ibu sedang memikirkan sesuatu? jika ada sesuatu katakan saja padaku, ibu tidak perlu memikirkannya sendiri lagi" Ujar Kiano sambil meyakinkan ibunya bahwa dia dapat mempercayai dirinya sekarang.    "A-aku hanya sedang kelelahan saja makanya aku bengong dan tidak fokus dengan apa yang kalian berdua katakan daritadi" Ujar Lauren Yang sedikit terbata bata.     "Kalau begitu ayo kita pulang saja" Ujar Kiano.     "Kalau begitu ibu akan mengurus administrasinya dan Sebastian tolong bantu Kiano untuk berkemas kemas" Ujar Lauren lalu dia beranjak pergi darisana.     "Kiano, apakah kau tidak merasa ada sesuatu yang disembunyikan tante Lauren dari kita berdua?" Tanya Sebastian.     "Aku juga merasa begitu tapi aku sudah memutuskan untuk mempercayainya jadi aku tidak akan menaruh rasa curiga padanya" Ujar Kiano sambil mengemasi barang barangnya.     "Yah lebih baik jika yang kukatakan tadi itu salah" Ujar Sebastian sambil membantu Kiano.     Akhirnya mereka berdua selesai mengemasi barang barang yang ada disana dan disaat yang sama Lauren juga kembali. Lauren bilang bahwa dokter yang dulu mengobati Kiano akan datang untuk memeriksanya apakah dia benar benar sudah sehat seperti yang dikatakan Lauren atau tidak.     Lalu dokter itu masuk, dia menyuruh Kiano untuk berbaring di ranjangnya dan menyuruh Lauren dan Sebastian untuk keluar. Saat dia memeriksa detak jantung Kiano, dia mendengar bahwa detak jantungnya berdetak agak cepat seperti orang yang kelelahan, setelah itu dokter menyuruh Kiano untuk membuka baju atasnya dan Kiano menurutinya. Kiano duduk dan membuka baju atasnya, betapa terkejutnya dokter itu saat melihat bahwa luka Kiano benar benar telah menghilang tanpa bekas sedikitpun.     "Sa-saat itu aku memang bilang bahwa lukamu bisa cepat sembuh dibandingkan orang biasa tapi ini tidak mungkin terjadi secepat ini. Manusia biasa mana bisa sembuh dari luka yang sedalam itu hanya dalam waktu tiga hari tiga malam saja. Sebenarnya kau ini apa? kau pasti bukan manusia biasa. Pasti ada darah makhluk lain didalam tubuhmu, i-ini sangat mustahil" Ujar dokter itu dengan wajah yang ketakutan lalu berlari keluar.     "Hei aku adalah manusia, kenapa kau takut padaku!!" Ujar Kiano yang sama sekali tidak mengerti apa maksud dari perkataan dokter tersebut.     Setelah dokter itu berlari keluar, Sebastian dan Lauren langsung masuk kedalam lagi dengan wajah yang panik, mereka mengira bahwa orang itu kembali lagi tapi setelah sampai disana mereka hanya melihat Kiano yang sedang memakai baju atasnya.     "Ada apa dengan dokter tadi, apakah kau menunjukkan ototmu padanya lalu dia berlari ketakutan?" Canda Sebastian pada Kiano.     "Sembarangan kalau ngomong. Kalau dengan otot gini aja dia takut yah dia tidak akan mungkin menjadi dokter sekarang kan" Ujar Kiano.     "Ayolah aku tadikan hanya bercanda saja" Ujar Sebastian.     "Ada apa dengan dokter tadi?" Tanya Lauren.     "Dia terkejut melihatku yang sudah sembuh tanpa ada bekas luka, dia mengatakan kalau ini tidak mungkin terjadi pada manusia biasa dan dia juga mengatakan bahwa ada darah makhluk lain didalam tubuhku. Alhasil dia lari karena takut" Jelas Kiano pada Sebastian dan Lauren.     "Kau sembuh dengan cepat karena orang itu yang melakukannya hingga sangat menyakitimu dan dia bilang begitu padamu dengan mengatakan bahwa ada darah makhluk lain didalam tubuhmu, berani sekali dia!!" Ujar Lauren yang marah karena tidak terima jika Kiano dibilang seperti itu.     Laurenpun berjalan pergi dengan perasaan yang sangat marah tapi ditahan oleh Kiano.     "Sudahlah ibu, ibu adalah seorang aktris dan harus menjaga citra ibu dengan baik jika ibu tidak menjaga citra ibu dengan baik nanti bisa bisa pekerjaan yang sangat ibu sukai bisa hilang" Ujar Kiano sambil menahan Lauren.     "Tapi ibu tidak bisa membiarkanmu dibilang seperti itu, kau adalah anakku dan ayahmu. Bagaimana mungkin ada darah makhluk lain didalam tubuhmu" Ujar Lauren.     (Informasi : Lauren dan Kiano sekarang sudah bersama karena Kiano sudah tau semuanya dan dia telah tau siapa yang membunuh ayahnya jadi tidak ada gunanya lagi Lauren menjauhkan Kiano darinya)     "Ibu, orang mengatakan itu karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi, itu saja. Sebaiknya jangan terlalu diambil serius untuk perkataan perkataan yang seperti itu" Ujar Kiano agar Lauren tidak mempersalahkan itu.     Lauren mengatakan ya pada Kiano dan merekapun pergi dari sana tapi sebelum pergi meninggalkan rumah sakit, Lauren meminta Kiano dan Sebastian untuk pergi kerumah bukan keapartemen tapi Kiano menolah dan lebih memilih untuk menunggu Lauren, Lauren hanya bisa setuju karena Kiano memaksanya lalu dia pergi dari sana dan menyuruh Kiano dan Sebastian untuk menunggu dimobil saja.     Lauren masuk keruangan dokter yang memeriksa Kiano tadi dan memberika uang yang jumlahnya sangat banyak pada dokter yang memeriksa Kiano tadi dan memintanya untuk tidak mengatakan semua itu pada media bahwa ada yang tidak beres dengan Kiano. Dokter itu tentu saja menerimanya dan mereka menganggap bahwa semua ini sudah selesai.     Lalu Lauren pergi dari sana dan kembali pada Kiano dan Sebastian, lalu mereka kembali kerumah. ..............................................     Sesampainya dirumah, Lauren segera turun dari mobil lalu berlari kearah pintu kemudian membukanya, Kiano dan Sebastian berjalan ingin masuk kedalam tapi sebelum sampai kepintu Lauren membentangkan kedua tangannya. Kiano dan Sebastian berhenti melangkan lalu menatapa satu sama lain, Sebastian memberi isyarat pada Kiano untuk pergi duluan. Kiano tersenyum lalu berlari kearah Lauren dan memeluknya, Kiano merasa sangat bahagia karena ini pertama kalinya dia disambut dirumahnya sendiri.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN