"Maafkan ibu karena dulu tidak menyambutmu dirumahmu sendiri" Ujar Lauren.
"Ya aku mengerti ibu" Jawab Kiano.
Mereka berpelukan melepas rindu masing masing dan Sebastian hanya melihat mereka, tapi tiba tiba Kiano menyadarinya dan menyuruh Sebastian untuk ikut bersama dan Sebastian mengiyakannya dan mereka berpelukan bersama layaknya keluarga yang bahagia.
Lalu setelah itu, mereka bertiga masuk kedalam rumah, rumahnya sangat besar dan ada 4 pelayan perempuan dan ada 6 pelayan laki laki, 8 pelayan yang ada disana sudah berkeluarga jadi ada 4 pasangan pelayan disana dan juga ada 5 anak kecil disana yaitu anak dari para pelayan tersebut. Mereka semua adalah orang yang sebelumnya tidak memiliki tempat tinggal (kecuali 2 pelayan laki laki sisanya karena mereka khusus direkrut oleh Lauren sendiri) sehingga Lauren bersimpati pada mereka dan membawa mereka kerumahnya.
Lauren memberinya pekerjaan dan menyuruhnya untuk tinggal dirumahnya, Lauren sudah menganggap mereka seperti keluarganya sendiri. Setelah mereka masuk anak anak yang ada disana berlari kearah Lauren dan memeluk kaki Lauren. Mereka semua memanggil Lauren ibu kedua karena Lauren menyayangi mereka layaknya anaknya sendiri. Tiba tiba Lauren mengeluarkan pandangan isengnya.
"Kiano?" Panggil Lauren.
Kiano berkata ya menjawab panggilan Lauren tapi diwaktu yang bersamaan juga ada seorang anak kecil yang juga berkata ya. Mereka berdua kaget dan saling bertatapan. Lauren tertawa, Kiano dan Sebastian hanya tersenyum melihat tingkah Lauren yang walaupun sudah memiliki anak sebesar Kiano tapi masih saja bermain seperti anak kecil. Kiano berjalan mendekati anak yang masih berusia 7 tahun itu lalu jongkook didepannya.
"Namamu juga Kiano?" Tanya Kiano.
"Iya" Jawab anak itu sambil terus memandangi Kiano.
"Katakan siapa nama panjangmu" Ujar Kiano.
"Kiano Faurezi" Jawab anak itu yang masih memandang lekat wajah Kiano.
"Namaku adalah Aristide Kiano Favian. Oh ya daritadi aku lihat kau sangat memperhatikan wajahku, apa ada yang salah?" Tanya Kiano.
"Tidak hanya saja...kau sangat tampan. Sudah kuputuskan saat besar nanti aku ingin menjadi seperti dirimu" Ujar anak itu dengan semangat.
Semua yang ada disana hanya tertawa melihat tingkah Kiano kecil.
"Ini sudah malam bahkan hampir jam 9 malam kenapa kalian semua belum tidur?" Tanya Kiano.
"Besok adalah hari minggu jadi tidak ada masalah kalau kami bermain hingga larut malam" Ujar salah satu anak disana.
"Kakak bisa kau katakan namamu lagi" Ujar Kiano kecil.
"Oh oke, kali ini dengarkan baik baik ya" Ujar Kiano.
Kiano kecil hanya mengangguk dengan semangat dan siap mendengarkan.
"Namaku adalah Aristide Kiano Favian" Ujar Kiano.
"Kakak nama belakangmu sama dengan nama belakang ibu kedua" Ujar Kiano kecil.ag
"Ibu kedua?" Tanya Kiano.
"Itu adalah ibu kedua" Ujar Kiano kecil sambil menunjuk kearah Lauren.
Kiano melihat kearah Lauren dan tersenyum lalu kembali menatap Kiano kecil dan yang lainnya.
"Ternyata saat aku tidak ada kalian yang menemaninya, terima kasih sudah menemani ibuku" Ujar Kiano.
"Ibu?" Tanya semua anak yang ada disana dengan ekspresi terkejut.
"Iya, kalian memanggilnya ibu kedua tapi aku memanggil ibu, hanya ibu" Jawab Kiano.
"Kakak berarti anak kandung dari ibu kedua" Ujar semua anak yang ada disana dengan wajah sedih.
"Hei kenapa wajah kalian sedih?" Tanya Kiano.
"Karena kau adalah anak kandung dari ibu kedua, ibu kedua pasti akan berhenti menyayangi kami" Jawab Kiano kecil.
"Hei itu tidak benar, Ibu kedua kalian ini sangat menyukai anak kecil sedangkan aku sudah besar dia pasti akan lebih menyukai kalian daripada aku" Ujar Kiano menjelaskan pada anak anak agar tidak sedih lagi.
Seteah mendengar itu anak anak disana sudah tidak menjadi sedih lagi lalu mereka semua masuk kedalam.
"Anak anak ini sudah waktunya untuk berhenti bermain, siapa yang memberi izin kalian untuk bermain hingga larut malam begini?" Tanya Kiano.
"Ibu kedua sudah mengizinkannya dan ibu pertama kami juga tidak melarangnya" Ujar Kiano kecil.
Kiano menatap kearah ibunya dan Lauren hanya memalingkan wajahnya saja, Kiano kembali menatap anak anak itu lalu menghembuskan nafas panjang.
"Anak kecil tidak boleh tidur terlalu larut, nanti kalian bisa sakit. Kalian sangat suka bermainkan?" Tanya Kiano sambil memberi nasihat.
Semua anak yang ada disana mengangguk.
"Kalau kalian sakit kalian tidak bisa bermain bersama lagi nanti, jadi sekarang pergilh kekamar kalian dan segera tidur. Nanti aku akan memeriksa kalian apakah kalian sudah tidur atau belum, kalau kalian belum tidur awas saja" Ujar Kiano yang berusaha menakuti anak anak.
Anak anak itu ketakutan lalu segera berlari kekamar masing masing untuk tidur. Setelah itu mereka duduk diruang tamu.
"Kau sangat pandai mengurus anak kecil, kelihatannya nanti kau tidak perlu belajar untuk jadi ayah jika kau menikah dengan Aurel" Ujar Sebastian yang sengaja menjahili Kiano.
"Mana ada aku akan menikah dengannya, aku saja tidak menyukainya. Kalian berdua berhentilah menjahiliku!!" Ujar Kiano dengan wajah yang memerah.
"Kalau kau tidak menyukainya, kenapa saat kau dipasang pasangkan dengannya wajahmu menjadi merah" Ujar Kiano.
"Entahlah aku juga tidak tau kenapa bisa begitu, yang jelas perasaan ini sangat membuatku tidak nyaman" Ujar Kiano sambil menutupi wajahnya.
"Sudahlah jangan membahas itu, ibu kau bilang saat dirumah sakit kau lelah sekarang sudah dirumah sebaiknya ibu beristirahat saja" Ujar Kiano, Lauren hanya mengangguk lalu pergi dari sana.
"Kiano apa kau akan tinggal disini hingga seterusnya?" Tanya Sebastian.
"Tidak, aku akan kembali ke apartemenku" Jawab Kiano.
"Tapi kenapa? bukankah kalian sudah bisa bersama kenapa sekarang kau malah memilih untuk tinggal diapartemenmu, apakah kau tidak kesepian tinggal disana sendiri, aku tau kau sudah terbiasa dengan itu tapi kau juga harus merasakan suasana yang baru kan" Ujar Sebastian.
"Itu benar, semua yang kau katakan itu tidaklah salah tapi orang itu bilang akan datang kembali dalam waktu dekat ini, yang diinginkan orang itu adalah aku dan jika aku tinggal disini dan dia kembali lagi bagaimana? Aku benar benar tidak bisa membiarkan semua orang yang ada disini dalam bahaya" Jelas Kiano pada Sebastian.
"Tapi bagaimana dengan dirimu?" Tanya Sebastian.
"Aku merasa orang itu tidak akan membunuhku, tapi dia menginginkan sesuatu dariku. Tenang saja tidak akan terjadi apapun padaku" Ujar Kiano.
Lalu mereka berbincang bincang selama satu jam mengenai orang itu ( Raja Iblis ).
..............................................................
Satu jam berlalu dan Kiano pergi untuk mengecek anak anak apakah mereka sudah tidur atau masih saja berkeliaran dan bermain. Dia masuk dan mengecek satu persatu dan ternyata mereka sudah tertidur tinggal satu kamar saja yang belum dicek oleh Kiano.
Kiano membuka pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik dan dia masuk perlahan lahan, anak perempuan itu sudah menutup matanya tapi Kiano tahu kalau dia belum tidur.
"Kau kesulitan tidur?" Tanya Kiano.
Anak perempuan itu yang tadi berpura pura tidur langsung membuka matanya. Kiano duduk disampingnya.
"Katakan apa yang sedang kau pikirkan hingga kau kesulitan tidur" Ujar Kiano.
"Kakak, tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu" Jawab anak perempuan itu.
"Kau menguping? menguping itu tidak baik kau seharusnya tidak melakukannya. Katakan padaku seberapa banyak yang kaudengar" Ujar Kiano.
"Aku hanya mendengar sedikit setelah itu lari kembali kemari. Apakah kakak akan meninggalkan kami? bagaimana dengan ibu kedua? kakak pasti tinggal sendirikan, apakah kakak tidak kesepian?" Tanya anak itu.
"Sudahlah jangan memikirkan itu, segeralah tidur" Ujar Kiano yang kemudian melangkah pergi dari sana.
"Tapi kakak aku tidak bisa tidur" Ujar anak perempuan itu.
Seketika itu Kiano berhenti melangkah lalu berbalik.
"Katakan apa yang harus kulakukan supaya kau tertidur?" Tanya Kiano pada anak itu.
"Kakak bacakan aku dongeng" Pinta anak itu.
Kiano kembali mendekati anak itu lalu berbaring disampingnya.
"Katakan siapa namamu?" Tanya Kiano.
"Clara" Jawab anak perempuan itu.
"Baiklah clara aku akan mendongeng untukmu" Ujar Kiano.
"Kakak bisa mendongeng?" Tanya Clara.
"Ya tentu saja, ibu keduamu itu yang mengajariku semuanya dalam waktu 6 tahun" Jawab Kiano.
"Semuanya?" Tanya Clara lagi.
"Iya semuanya semua yang dilakukan para anak laki laki dan perempuan. Ibuku mengajariku semua itu dalam waktu 3 tahun" Ujar Kiano.
"Itu pasti sangat berat kan?" Tanya Clara lagi.
"Sudahlah jangan membicarakan itu, kau ingin mendengar dongeng atau tidak?" Tanya Kiano.
Clara mengangguk dan Kiano mulai menceritakan dongeng padanya hingga tertidur, setelah tertidur Kiano keluar darisana dan kembali kekamar yang biasa dia tempati dulu. Setelah sampai disana, dia melihat tempat yang sudah lama tidak dia tempati itu tetap terjaga kebersihannya. Dia masuk dan mandi terlebih dahulu, setelah selesai mandi dia memakai pakaiannya dan melihat keluar jendela.
"Tempat ini sangat berbeda dari yang dulu. Dulu disini sangat sepi sekali dan selalu terlihat seperti sebuah neraka bagiku tapi sekarang ini sudah berbeda, tempat ini terasa sangat damai dan membuatku merasa bahagia. Aku ingin tinggal disini lebih lama tapi aku tidak bisa karena aku takut jika aku disini itu pasti akan mengundang orang itu untuk datang kemari. Aku tidak akan pernah membiarkannya merusak suasana rumah ini" Ujar Kiano.