SARAPAN BERSAMA

1351 Kata
    Lalu setelah itu dia duduk dikursi dan mengambil sebuah buku dari rak buku, buku dikamar Kiano benar benar sangat banyak dan sudah membaca semua itu berkali kali, dia selalu membaca semua buku itu saat berkunjung kerumah ini dulu. Setelah selesai membaca beberapa buku, Kiano beranjak ke tempat tidurnya lalu tidur. ..............................................................     Malam itupun berlalu dengan tenang dan kini hari sudah pagi, Kiano bangundan pergi kekamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi dia memakai pakaiannya, merapikan rambutnya, lalu mengambil ponselnya untuk mengabari Lauren bahwa dia sudah keluar dari rumah sakit.     "Halo Aurel" Ujar Kiano memuli pembicaraan.     "Halo Kiano. Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Aurel dalam telpon.     "Aku sudah baik baik saja, bahkan aku sudah keluar dari rumah sakit jadi kau tidak perlu kerumah sakit lagi untuk mengunjungiku. Ini adalah hari minggu kau pergi jalan jalan saja untuk refresing" Ujar Kiano.     "Tidak, kau ada dimana sekarang aku akan kesana sekarang dengan Jessica" Ujar Aurel.     "Ini masih sangat pagi dan kau sudah mau kemari" Ujar Kiano.     "Tidak boleh ya?" Tanya Aurel.     "Bukan begitu, yasudahlah kau kemarilah bersama dengan Jessica, aku ada dirumah ibu akan kukirimkan lokasinya" Ujar Kiano mengiyakan Aurel.     Lalu Aurel berkata ya dan mereka mengahiri panggilannya, Kiano mengirimkan lokasinya lalu turun kebawah dan pergi keruang olahraganya, saat disana dia benar benar terkejut ternyata ada anak anak disana.     "Hei apa yang kalian lakukan, letakkan itu" Ujar Kiano pada anak laki laki yang berusaha mengangkat dengan barbelnya. Anak itu tidak mendengarkannya dan tetap berusaha mengangkatnya dengan sigap Kiano langsung mengmbil barbel itu.     "Ini bukan area bermain anak anak, bagaimana jika ada alat berat yang jatuh dan menimpa kalian? siapa yang akan menyelamatkan kalian" Ujar Kiano.     "Kalian ini sungguh anak anak yang mengkhawatirkan. Ayo pergi kemeja makan dan tunggu sarapannya saja, sarapannya selesai jam 7.30 kan?" Tanya Kiano pada anak anak itu dan mereka semua mengangguk.     "Kalau begitu kita pergi kesana" Ujar Kiano lalu dia menggendong salah satu anak perempuan yang masih berusia 2 tahun.     "Ini anak sekecil ini kok malah diajak main disini" Ujar Kiano sambil menggelengkan kepalanya lalu mereka pergi darisana. ..................................................................     Sesampainya dimeja makan, Kiano mendudukkan anak itu dikursi khususnya. Tepat setelah itu ada yang membunyikan bel. Salah satu pelayan membukakan pintu dan ternyata itu adalah Aurel dan Jessica.     Mereka berdua dipersilahkan masuk, Kiano masih berada diruang makan itu dan dia diberitau salah satu pelayan yang membukakan pintu tadi bahwa teman temannya datang kemari lalu Kiano bergegas pergi kesana, Kiano mengajak Aurel dan Jessica untuk sarapan bersama dan mereka berdua menyetujuinya. Sesampainya dimeja makan, mereka melihat ada Lauren, Kiano dan anak anak yang lainnya. Lauren terkejut karena tiba tiba ada Aurel dan Jessica.     "Kalian berdua duduklah dulu, aku akan membantu memasak didapur agar lebih cepat selesai" Ujar Kiano.     Aurel dan Jessica bingung harus duduk dimana, walaupun disana ada banyak kursi tapi mereka mengira kalau basanya orang kaya akan memberikan penataan pada tempat duduknya. Lauren menyadari kebingungan Aurel dan Jessica dan dia ingin mengerjai mereka berdua.     "Baiklah karena kita kedatangan tamu, aku akan mengatur ulang tempat duduknya" Ujar Lauren.     Sebastianpun kaget, sejak kapan dirumah ini ada penataan tempat duduknya.     "Jessica disitu ada bangku yang kosongkan dekat Sebastian, kau akan duduk disana sedangkan Aurel akan duduk diseberangnya" Ujar Lauren.     Karena mereka tidak tau apa apa mereka berdua hanya menuruti apa yang dikatakan Lauren saja, Lauren merasa puas karena candaannya tidak pernah ada yang gagal. ............................................................................     Kiano yang sudah selesai membantu bagian dapur langsung pergi kemeja makan dengan para pelayan yang membawa makanan dibelakangnya menggunakan meja dorong. Kiano terkejut sama seperti Sebastian tadi, dia bertanya tanya kenapa Jessica tidak lebih memilih duduk bersama dengan Aurel padahal disamping Aurelkan ada bangku yang kosong.     "Ibu kenapa..." Kiano belum sempat menyelesaikan perkataannya tapi sudah dipotong duluan oleh Lauren.     "Ki, kau diam dan duduk saja disamping Aurel" Ujar Lauren. (Informasi : Lauren memanggil Kiano besar cuman "Ki" aja sedangkan jika dia memanggil Kiano kecil maka dia akan memanggilnya secara lengkap yaitu "Kiano" itulah kenapa saat Lauren memanggil Ki, Kiano kecil tidak menoleh ataupun menjawab)     'Ini pasti ulah ibu' Ujar Kiano dalam hati lalu dia berjalan ketempang duduknya dan akhirnya duduk disamping Aurel.     "Nah kayak ginikan enak dipandang, kayak udah punya menantu" Ujar Lauren.     'Eh kan udah feeling sih aku" Ujar Kiano dan Sebastian dalam hati.     Aurel dan Jessica tetap tidak mengerti apa yang terjadi dan mereka berdua hanya menatap satu sama lain. Lauren kembali tertawa seperti biasa tapi Aurel dan Jessica tetap saja tidak mengerti situasi.     "Kenapa ekspresimu begitu? kau belum paham situasinya?" Tanya Kiano.     "Situasi apa?" Tanya Aurel balik.     "Dasar, yasudah kau makan ajalah" Ujar Kiano sambil sedikit tertawa.     Merekapun makan bersama sama, dirumah ini para pelayan juga ikut makan dimeja makan yang sangat besar, Lauren sama sekali tidak mempedulikan kedudukan diantara mereka karena Lauren sudah menganggap mereka seperti keluarganya sendiri.     Saat dipertengahan sarapan Aurel kesulitan untuk mengambil lauknya karena terlalu jauh untuk bisa dijangkaunya.     "Kau ini tangan sependek itu mau mengambil lauk yang jauhnya segitu, harusnya kau minta bantuan padaku" Ujar Kiano sambil mengambilkan lauknya.     Seketika itu semua orang yang ada disana langsung bilang "Ehem" kecuali Aurel dan Kiano tentu saja itu membuat mereka berdua kaget.     "Ada apa dengan kalian?" Tanya Kiano.     "Apakah kalian semua baik baik saja?" Tanya Aurel.     Tapi sama sekali tidak ada yang menjawab dan hanya menatap kebawah saja seolah olah sedang menahan tawa, karena mereka berdua tidak paham apa yang terjadi jadi mereka melanjutkan makan saja. Setelah selesai makan, Lauren pergi untuk bekerja.         Anak anak pergi bermain, Kiano sudah mengunci ruang olahraganya jadi dia tidak perlu khawatir karena anak anak tidak akan bisa masuk kedalam. Para pelayan disana mulai mengerjakan pekerjaan mereka sedangkan Kiano, Sebastian, Aurel, dan Jessica mereka ada diruang tamu.     "Kau sudah beraktifitas seperti biasa, apa lukamu baik baik saja?" Tanya Aurel.     "Aku baik baik saja tidak perlu menanyakan itu lagi" Ujar Kiano.     "Kalau begitu aku tidak akan mempertanyakan itu semua lagi" Ujar Aurel.     "Apakah ada tugas dari sekolah?" Tanya Kiano.     "Tenang saja, saat ini masih tidak ada tugas" Jawab Aurel.     "Kau akan tinggal disini seterusnya?" Tanya Aurel.     "Tidak, dia lebih memilih untuk tinggal diapartemennya yang sepi itu" Jawab Sebastian.     "Tapi kenapa? bukankah kau sudah berbaikan dengan tante Lauren dan juga disini sangat ramai, banyak anak kecil. Kau pasti tidak akan merasa bosan dan kesepian kan?" Tanya Aurel lagi.     "Yah memang benar bahwa disini terlihat sangat menyenangkan, rumah ini dipenuhi tawa anak kecil dan aku juga menyukainya tapi aku lebih suka ketenangan jadi aku lebih memilih tinggal diapartemenku" Jawab Kiano.     "Yasudahlah biarkan sesukanya saja" Ujar Jessica.     "Kapan kau akan pulang ke apartemenmu?" Tanya Aurel.     "Sore ini" Jawab Kiano.     "Bukankah lebih baik jika kau disini sampai menunggu lukamu benar benar sembuh" Ujar Aurel.     Kiano menatap kearah Sebastian dan memberinya isyarat untuk membantunya mengatasi pertanyaan ini tapi Sebastian menolak.     'Haruskah aku mengatakan bahwa lukaku sudah sembuh tanpa meninggalkan jejak luka. Bukankah itu akan membuatku terlihat seperti orang konyol. Mana ada luka yang sedalam itu bisa sembuh hanya dalam 3 hari' Ujar Kiano dalam hatinya dan dia merasa frustasi harus menjawab apa. Tapi tiba tiba ada sebuah ide yang terlintas dipikirannya.     "Kan ada Sebastian, dia selalu menjagaku. Dia sudah seperti seorang kakak bagiku, dia pasti akan menjagaku kau tidak perlu khawatir" Ujar Kiano.     "Ya sudah jika kau bilang begitu" Ujar Aurel.     Lalu mereka berbicara mengenai topik yang lainnya hingga mereka tidak sadar bahwa hari sudah siang. Anak anak yang tadi bermain dengan semangat berlarian kesana kemari sekarang sudah merasa lelah dan duduk diantara Kiano, Sebastian, Aurel, dan Jessica.     "Kalian sudah lelah bermain?" Tanya Jessica.     Semua anak itu hanya mengangguk saja, bahkan anak perempuan yang berusia 2 tahun sudah tertidur dipangkuan Aurel terlihat dia sepertinya sangat menyukai Aurel.     "Kalian mau es krim?" Tanya Jessica lagi.     Semua anak disana menganggung dengan semangat.     "Bolehkah aku membuat es krim untuk mereka?" Tanya Jessica.     "Kau pergi saja dengan Sebastian" Ujar Kiano.     Merekapun pergi dengan anak anak yang lainnya menuju dapur, tapi tiba tiba Jessica berhenti dipertengahan jalan lalu bersembunyi.     "Apa yang kau lakukan?" Tanya Sebastian.     "Lihatlah mereka. Mereka sudah seperti sepasang suami istri yang mempunyai anak berusia 2 tahun, aku harus memfoto momen ini" Ujar Jessica lalu mengeluarkan ponselnya dan memfoto Aurel dan Kino yang membawa anak berusia 2 tahun itu untuk tidur dikamarnya. Jessica mengambil foto yang banyak sekali.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN