19. Arjuna Dengan Siapa?

1193 Kata
Kinara bangun lebih awal karena hari ini ada kuliah pagi. Ia bergegas mandi, berganti baju, sarapan dan berpamitan kepada orang tua Arjuna. Bukan hanya Kinara, Arjuna juga melakukan hal yang sama karena dia harus bertemu dosen pembimbing untuk membahas skripsinya yang tertunda. Selama di perjalanan menuju kampus, Kinara terus memikirkan tentang calon kakak iparnya yang tiba-tiba berubah setelah menikah. Apa karena pengaruh Lisa? Atau ada hal lain? Tiba-tiba Kinara ingat perkataan Lisa kemarin di toilet. Lisa pasti sangat membencinya setelah itu, mengingat percakapan mereka kemarin berakhir tidak baik. "Jun?" "Hm." "Kak Lisa itu, kamu tahu kan, sejak awal bertemu dia sudah tidak suka denganku. Dan.. kemarin aku bertemu dia di toilet. Kami berbicara dan sepertinya dia marah." "Bicara apa?" "Dia membenciku karena khawatir aku merebut posisinya sebagai anak mantu kesayangan." "Hahahaha, kekanak-kanakan," ucap Arjuna sambil menyetir mobil. "Kenapa dia berpikir segitunya, sih." Kinara hanya ingin hubungannya dengan keluarga Arjuna baik-baik saja walaupun pernikahannya hanya kontrak. Menikah dan memiliki keluarga memang impian Kinara sejak dulu, bahkan ia ingin menikah di usia muda agar segera membangun dan memiliki keluarga sendiri. Walaupun pernikahannya dengan Arjuna pura-pura, hubungan dengan keluarga Atmaga bukan pura-pura semata. Ia ingin menjadi bagian dari keluarga Arjuna walaupun hanya satu tahun. Kinara ingin merasakan hidup dengan orang tua dan saudara. Hanya sebatas itu keinginan Kinara, ia tidak ingin merebut kasih sayang, harta atau apapaun itu seperti yang di katakan Lisa. Arjuna tidak berniat merespon perkataan Kinara. Apapun yang menyangkut tentang Rama atau Lisa, Arjuna bersikap acuh. "Dosenmu siapa yang mengajar?" tanya Arjuna. "Pak Ar.. Astaga, aku lupa mengerjakan tugas makalahku." Kinara memegang kepala dan merutuki dirinya sendiri karena lupa dengan tugas pak Arya minggu lalu. "Arya?" Kinara mengangguk. Ia mengambil ponsel dan mengirim pesan pada Amel. Kinara tidak mau mendapat nilai D di salah satu mata kuliahnya. "Memangnya kenapa kalau tidak mengerjakan?" "Aku dapat nilai D, Juna. Aku tidak mau nilaiku D," ucap Kinara frustasi. "Goda saja dosenmu itu pakai tubuhmu!" Arjuna tiba-tiba kesal mendengar nama Arya. "Arjuna!" Kinara menatap marah pada Arjuna. Bertepatan dengan itu, mobil Arjuna berhebti karena sudah sampai di parkiran kampus. "Ada yang salah dengan kata-kataku?" Arjuna balik menatap mata cokelat gelap Kinara. Ingatan Kinara menjelajah kejadian kemarin saat dirinya diantar pulang Arya dan mendapat perlakuan kasar Arjuna yang terbawa emosi. Kinara menggertakan giginya dan mengepalkan tangannya erat. Ia tahan emosinya agar tidak kacau kegiatan kuliahnya hari ini. "Jaga bicaramu. Jangan sembarangan kalau ngomong!" Kinara segera keluar dari mobil Arjuna, tidak lupa ia banting keras pintu mobil Arjuna, Kinara tidak peduli. Arjuna segera keluar dari mobil dan mengikuti langkah Kinara. Arjuna menuju ruang dosen, sementara Kinara segera menuju kelasnya. Kinara merengut dan dengan kasar menarik kursi disebelah Amel, kemudian duduk dan menenggelamkan wajahnya di meja. Amel daritadi diam memperhatikan Kinara. "Lo kenapa sih, pagi-pagi sudah kusut amat?" Kinara mendongak menatap Amel dengan muka yang memang kusut. Lalu tanpa berkata apapun ia tenggelamkan lagi wajahnya di meja. " Kinara! Jawab dong!" "Amel, gue mau tidur bentar." "Astaga, Kinar. Jangan gitu dong, masih pagi. Gara-gara tugas pak Arya yang lupa lo kerjain? Udah gak usah dipikirin, kamu ke mejanya saja, bilang besok dikumpulkan gitu. Nanti gue bantu," bujuk Amel. Benar kata Amel, tugas Arya mungkin bisa di negosiasikan. Ia bisa minta tambahan waktu sehari lagi. Bukan itu yang membuat Kinara kesal tapi perkataan Arjuna saat di mobil tadi. Kinara mendongak menatap sahabatnya yang tersenyum. Kinara segera memeluk Amel. Pelukan Amel selalu sukses membuat Kinara menjadi lebih tenang. "Cerita dong, kalau lo diem trus kayak gitu, gue kan gak ngerti, Kin," ucap Amel. "Iya, gue mikirin tugas makalah pak Arya. Gue bisa lupa banget, Mel. Sebenarnya tadi gue kesal sama perkataan Arjuna juga sih. Eh ngomong-ngomong Arjuna, dia bakalan sering ke kampus ngurusin skripsi." "Benarkah? Dia mahasiswa sini? Gue jadi penasaran sama si Arjuna," ucap Amel semangat. "Nanti lo juga tahu kok, Mel. Eh tugas makalah udah lo kompulin?" tanya Kinara. "Udah, tadi sebelum masuk kelas, ketemu pak Arya langsung. Lo mending habis kuliah pagi ini ke ruangan pak Arya deh." Kinara mengangguk bersamaan dengan dosen datang. Kuliah berlangsung tertib hingga selesai dan dosen meninggalkan ruangan. Kinara segera bergegas ke ruang Arya. Ia daritadi mencari keberadaan Arjuna tapi belum terlihat batang hidungnya. Arjuna juga tidak menelepon atau mengirim pesan padanya, Kinara tidak peduli, saat ini pikirannya hanya tertuju pada makalah yang lupa ia kerjakan. Kinara berjalan ke ruang dosen. Ia mengetuk pintu ruang Arya namun tidak ada balasan. Kinara bingung, haruskah ia masuk saja? Kinara pelan-pelan membuka pintu ruang Arya, baru saja ia ingin mengucapkan salam namun matanya dikejutkan dengan adegan di depan matanya. Seorang wanita berpakaian kemeja ketat dan celana jeans sedang berada di samping Arya yang duduk di kursi. Wanita itu sedang bergelayut di lengan Arya, namun Arya sama sekali tidak meresponnya. Kinara menajamkan penglihatannya, ia kenal wanita itu, kakak tingkat yang cukup terkenal di jurusannya, namanya Serin. Kinara memutuskan untuk menutup pintunya dan tidak jadi masuk ke dalam, sepertinya bukan waktu yang tepat. Namun, Kinara melihat Arya menjauhkan tubuh wanita itu dan memanggilnya. "Kinara.." Kinara tidak jadi menutup pintu mendengar panggilan Arya. Ia segera membuka pintu kembali dengan canggung. "Maaf, pak. Saya keluar saja dulu," ucap Kinara. Ia melihat Serin menatap kesal pada Kinara. "Kamu tetap tinggal disini, Kinar. Serin silahkan keluar!" perintah Arya. "Tapi pak, saya belum selesai---" ucap serin dengan nada manja. "Keluar, Serin!" Serin meninggalkan ruangan Arya dengan wajah cemberut dan menatap kesal pada Kinara. Sekali lagi Kinara harus menghela napas berat. Ia merasa tidak enak pada Serin. Kinara tidak tahu mereka memiliki hubungan seperti apa, tapi dilihat dari sudut pandang manapun mereka terlihat dekat dan intim. Ah, bukan urusan Kinara bukan? "Silahkan duduk." "Baik, pak." Kinara mengikuti perintah Arya untuk duduk di kursi. "Ada apa?" tanya Arya. "Maaf, pak. Saya sudah mengganggu," ucap Kinara. "Kamu tidak mengganggu. Jangan salah paham. Serin kesini untuk membujuk saya supaya nilainya tidak D di mata kuliah saya dan saya biarkan saja dia berbuat seperti itu. Saya cuma ingin tahu wanita seperti apa dia itu," jelas Arya. Kinara mengangguk, ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilihatnya barusan. Jika Serin memiliki hubungan dengan Arya, itu juga bukan urusannya. "Iya, pak. Itu.. saya kesini mau minta waktu sehari lagi buat mengumpulkan makalah. Saya lupa, pak, Saya minta maaf," jelas Kinara. "Baiklah. Kamu boleh mengumpulkan besok. Tapi ada syaratnya." "Hah? Apa, pak?" tanya Kinara. "Ngobrol sama saya ya kapan-kapan," ucap Arya. Kinara tidak ada pilihan lain, ia harus menyetujuinya walaupun ia takut kejadian kemarin terulang lagi, saat Arjuna begitu marah melihatnya diantar pulang Arya. "Baik, pak. Kalau gitu saya permisi ya, pak," pamit Kinara. "Baik, jangan lupa besok makalahnya." Kinara mengangguk dan segera keluar dari ruangan Arya. Kinara berjalan menuju sahabatnya yang sudah menunggu. "Kinar, sini!" Amel melambaikan tangan pada Kinara. "Yuk, pulang," ajak Kinara. "Tunggu dulu. Ini Arjuna?" Kinara menunjukkan foto Arjuna yang didapatnya dari media sosial. "Iya, kenapa?" tanya Kinara. "Gue barusan lihat dia ngobrol sama wanita cantik banget dan kelihatan mesra. Mereka ngobrol sebentar lalu Arjuna merangkul tubuh wanita itu menuju parkiran," Jelas Amel. Deg Hati Kinara bergemuruh hebat. Ia terus bertanya-tanya siapa wanita itu. Kinara menunjukkan foto Laura dan Lisa tapi Amel mengatakan bukan mereka yang tadi bersama Arjuna. Lalu siapa? Apa wanita di masa lalu Arjuna?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN