Jean masih saja tertawa mengejek Selvy tanpa mempedulikan wajah Selvy yang sudah merah. "Apa mbak beneran ingin memegangnya,"goda Jean. "Gak sudi." Balas Selvy kesal plus malu. "Benarkah? Tangan mbak udah maju tuh tadi,"cibir Jean terkikik. "Pengin gue tarik terus potong-potong."Selvy melotot dan berkacak pinggang. "Hahaha...."Jean menjulurkan lidahnya mengejek Selvy sambil berlari kecil. "Sini loe kampret."Selvy berlari mengejar Jean. Mereka berdua saling kejar-kejaran di kamar sampai kasur berantakan. "Cape...."nafas Selvy ngos-ngosan dan menepuk-nepuk dadanya. "Faktor U ya gitu."Jean suka sekali mengejek Selvy. "Bisa gak? Sehari aja loe gak nyebelin? Gue udah kasih loe tumpangan gratis." "Gue kan bicara apa adanya. Loe emang udah tua mbak,"balas Jean dengan wajah tanpa dosany

