Selvy memperhatikan dirinya di cermin. Kemudian senyum kepuasan mengembang di bibirnya.
"Gue udah cantik nih,"ucap selvy bangga dengan dirinya sendiri.
Melihat sekali lagi, penampilannya memang sudah ok. Selvy bergegas menemui Mario kembali untuk menagih janjinya.
"Akhirnya loe datang lagi."Mario langsung memeluk Selvy begitu Selvy sampai.
"Gue kan harus nagih janji loe,"balas Selvy manja.
"Iya gue pasti turutin semua yang loe mau."Mario mengecup bibir Selvy sekilas.
"Ehmm."
"Gue masih di sini loh."ucap wanita tadi.
"Sel kenalin, ini teman gue Alena."Mario memperkenalkan Alena pada Selvy begitupun sebaliknya.
"Ok sepertinya gue harus pergi sekarang.Alena tersenyum manis dan mencium bibir Mario kemudian tertawa masuk ke dalam mobilnya.
Mario sendiri hanya terdiam.
"Sepertinya teman rasa pacar,"celetuk Selvy.
"Pacar gue cuma loe."Geram Mario memeluk pinggang Selvy posesif.
"Maybe...."Selvy mengedikan bahunya acuh.
"Awas loe jangan sampai macam-macam, loe milik gue,"ucap Mario sarat akan ancaman.
"Udah ah, loe nakut-nakutin gue. Lebih baik kita shopping sekarang,"mata Selvy terlihat berbinar-binar begitu mengingat shopping.
"Baiklah."Mario tersenyum tipis melihat ekspresi Selvy begitu menggemaskan.
Mario tidak pernah bisa menolak keinginan Selvy.
Sedangkan Selvy selalu memanfaatkan uang Mario. Terdengar kejam memang tapi itulah Selvy yang lebih percaya uang daripada cinta karena jujur saja, sampai detik ini selvy belum pernah merasakan cinta.
___________
Di tempat lain, Jean berhasil menemukan Aldo dan Selena.
Senyum licik langsung terlihat di wajah Jean.
"Aldo loe di sini bro,"sapa Jean sok basa-basi.
"Ck seperti yang loe liat,"balas Aldo malas karena Aldo tau Jean pasti sengaja mencarinya dan berniat mengganggu.
"Hai Selena, gue boleh gabung?"tanya Jean dengan senyum manisnya yang tentu saja bikin Selena langsung mengangguk tak bisa mengabaikan pesona Jean.
"Terima kasih."Jean segera duduk dan senyum mengejek ke arah Aldo dan tentu saja di balas dengan senyum masam oleh Aldo.
"Jean loe ternyata memang ganteng ya."ucap Selena tanpa malu-malu.
"Benarkah?"Jean menampilkan senyum manisnya sekali lagi.
"Iya loe sangat ganteng. Entah mimpi apa gue semalam. Loe mau duduk bareng gue di sini."puji Selena dengan tatapan memuja membuat Aldo mual melihatnya, sedangkanJjean merasa puas ingin sekali berteriak kalau dirinya yang bakal menang taruhan.
"Selena gue yang ngajakin loe, bisa hargai gue sedikit."Protes Aldo.
"Aldo thank you. Berkat loe, gue bisa melihat Jean sedekat ini. Gue suka samaJjean."ucap Selena frontal yang membuat senyum Jean makin lebar bahwa kemenangannya sudah di pastikan.
"Loe suka sama gue heum?"tentu saja Jean tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengalahkan Aldo telak.
"Iya gue suka sama loe. Mau gak jadi pacar gue."ucap Selena penuh harap.
"Tentu saja,"jawab Jean enteng.
"Serius...."pekik Selena girang.
Jean hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Awww gue seneng banget."Selena langsung memeluk Jean.
Sedangkan Aldo mengumpat dan mengucap sumpah serapah untuk Jean.
Aldo kesal setengah mati selalu saja Jean yang memenangkan taruhannya.
_________
Selvy tersenyum puas dan menenteng banyak barang belanjaan miliknya sambil bersenandung riang.
Selvy tak peduli, Mario tidak bisa mengantarkannya pulang karena ada meeting mendadak yang penting Selvy sudah puas berbelanja.
Jean yang sedang berjalan bersama Selena menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"tanya Selena.
"Maaf sepertinya gue gak bisa nganterin loe pulang. Gue ada urusan mendadak and sangat penting."jawab Jean dengan tampang pura-pura bersalah.
"Ohh gak papa kok,"balas Selena tersenyum. Tentu saja Selena harus bersikap pengertian pada Jean. Selena gak mau Jean marah dengannya.
"Besok pagi gue jemput loe."Jean tersenyum dan berlalu meninggalkan Selena yang masih kegirangan.
Selvy berdiri sudah hampir setengah jam, namun taxi belum juga ada yang lewat.
Selvy memanyunkan bibirnya sambil berkomat-kamit kesal.
Kakinya juga terasa pegal karena sepatu hak tinggi yang ia kenakan.
"Ayo pulang mba."
Selvy memicingkan matanya melihat si berondong kampret berhenti di depannya dan mengajak pulang bersama.
"Mau hujan loh mba, ayo pulang."ucap Jean.
Selvy melihat ke arah langit yang memang sudah mulai menurunkan rintik hujan.
Dengan sangat terpaksa,Selvy naik ke mobil jean.
"Belanja banyak banget mba, mau jualan?"tanya Jean melirik ke arah belanjaan Selvy yang tergeletak di jok belakang.
"Banyak omong loe, udah jalan...!!"perintah Selvy ketus.
Jean akhirnya memilih diam dan melajukan mobilnya.
Krukk....krukk....
Bunyi perut memecah keheningan.
"Mbak laper?"tanya Jean sambil menahan tawanya.
"Dah tau pake nannya lagi."Selvy sewot sambil menahan malu hingga wajahnya memerah.
Jean menghentikan mobilnya di depan penjualan nasi goreng.
"Ngapain berhenti?"tanya Selvy apa lagi di luar hujan.
"Mba sini aja, gue beliin nasi goreng."Jean keluar dari mobilnya dan berlari menuju penjualan nasi goreng hujan-hujanan.
Selvy hanya melihat Jean dari dalam mobil. Entah perasaan aneh apa ini, Selvy tak tau tapi perlakuan manis jean membuat sudut bibir Selvy terangkat membentuk senyum tipis.
"Ini mba makan."Jean menyodorkan nasi goreng yang masih mengepul pada Selvy.
"Terima kasih."Selvy tanpa basa-basi langsung menyantap nasi goreng itu dengan lahap dan sesekali Selvy melihat Jean yang sedang mengelap wajah dan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Selvy sedikit tertegun ternyata wajah Jean jika di perhatikan dari dekat ternyata sangat manis.
"Astaga."Selvy menggelengkan kepalanya.
"Ada apa?"tanya Jean melihat ke arah Selvy bingung.
"Gak kok." Selvy salah tingkah.
Jean mengernyitkan dahinya masih menatap Selvy tak percaya.
"Apaan sih."Suara Selvy terdengar gugup.
Jean semakin mendekat membuat Selvy makin salah tingkah. Dan batin Selvy terus berteriak gak jelas dengan perasaan aneh ini. Detak jantung Selvy juga makin tak terkendali. Sungguh Selvy tak tau perasaan aneh apa ini yang sedang menghinggapinya.
Saat Selvy sibuk dengan pikirannya sendiri.
Cup....
Sebuah bibir menempel terasa lembut dan manis. Dan bibir itu mulai melumatnya perlahan.
"Maaf." Jean menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ehmm."Selvy berdehem untuk menetralkan detak jantungnya. Sungguh ini bukan ciuman pertama buat Selvy tapi entah mengapa rasanya kali ini benar-benar berbeda.
"Bibir mba sexy jadi gue khilaf."Jean terkekeh kecil.
"Dari dulu bibir gue emang sexy, mereka juga bilang bibir gue nikmat,"jawab Selvy sekenanya gak ingin terlihat canggung karena itu sangat memalukan. Selvy pencinta uang menjadi melow and baper karena sebuah ciuman dari berondong kampret.
Tangan Jean mencengkeram setir kuat-kuat, ada rasa tak rela jika ada laki-laki lain menyentuh Selvy.
Sungguh amarah apa ini??? apakah ini yang namanya cemburu???
Jean tak tau yang Jean tau, dirinya ingin mengeklaim Selvy sebagai miliknya.