"Ra mau kemanaa?" "Ara!" "Raaaaa!!" Juan semakin mempercepat langkah kakinya mengejar Ara yang sedang berlari di depannya. Sebenarnya Juan hendak menuju lantai dua tempat dokter kandungan berada, namun ketika menunggu lift, dia melihat Ara turun dari tangga darurat dengan wajah bingung sembari berlari. Tentu saja itu membuat Juan sangat bingung. Ada apa dengan Ara? Apa hasil pemeriksaan kandungannya tidak baik? Kenapa wajah temannya itu terlihat sangat cemas dan gelisah? Juan bertanya-tanya dalam benaknya namun tak mendapatkan jawaban yang pasti. Juan berterima kasih kepada Tuhan karena memberikannya kaki yang panjang, sehingga tak butuh usaha yang ekstra untuk mengimbangi lari Ara. Ia pun segera menahan lari Ara dengan berdiri di depannya. Membuat Ara mau tak mau menghentikan agen

