ARA POV Mas Adam menyayangiku. Mas Adam mencintaiku. Sekalipun dia tidak pernah mengatakan kalimat, 'Ra aku mencintaimu' tapi aku bisa merasakannya. Di setiap belaian halusnya pada tubuhku, kecupan yang ia berikan pada bibirku, pelukan hangat, atau melalui perlakuan-perlakuan kecil yang ia berikan. Di sanalah aku bisa merasakan jika ada kasih sayang yang tulus. Seperti pagi ini, selepas shalat subuh bersama, aku kembali masuk ke dalam tenda dan berlindung dibalik selimut. Padahal Mas Adam mengajakku keliling untuk melihat laut dan langit pagi, tapi kantukku sudah tidak bisa tertolong. Untungnya Mas Adam memaklumi dan bahkan kini ikut tidur di sampingku. Awalnya kukira dia juga ngantuk, tapi beberapa menit setelah kurasakan tubuhnya merebah, tangan berototnya itu mengangkat tubuhku d

